Angels Blog

Welcome To Uwie Blog....

Selasa, 22 Maret 2011

karya ilmiah 2 keripik singkong


IDENTIFIKASI INDUSTRI KERIPIK
DI BRANGKAL KACANGAN
ANDONG BOYOLALI

Disusun Guna Memenuhi Sebagian Tugas Bahasa Indonesia
Guru Pengampu : Sugiyanto, S.Pd








Disusun oleh :
1.      Dwi Istuning                     04
2.      Putri Dewi Lestari            15
3.      Siti Surani                         2

SMA MUHAMMADIYAH 4 ANDONG BOYOLALI
JL. RAYA KACANGAN, ANDONG, BOYOLALI
TAHUN 2011


PENGESAHAN

Penelitian ini ditulis guna meneliti sebagian tugas Bahasa Indonesia dengan judul “INDUSTRI KERIPIK SINGKONG”

Disusun oleh :
1.      Dwi Istuning                   04
2.      Putri Dewi Lestari           15
3.      Siti Surani                       2




Pembimbing I


Sugiyanto, S.Pd
Pembimbing II


Sariman, S.Pd
Kepala Sekolah


Sumaryono, M.Pd



ABSTRAK

Keberadaan industri kecil menunjukkan eksistensinya dalam meningkatkan perekonomian.  Industri kecil mempunyai kemampuan memanfaatkan bahan baku dan menghasilkan barang dan jasa. Bukti keberadaan industri kecil itu yaitu dengan dibukanya suatu lapangan kerja baru sehingga dapat mengurangi pengangguran. Begitu juga dengan industri kecil keripik singkong. Seiring dengan semakin globalnya era modernisasi dimana industri kecil mulai berkembang, baik melalui peningkatan teknologi maupun peningkatan produktivitas sehingga semakin memperketat persaingan diantara pemilik usaha kecil. Begitu juga dengan industri kecil keripik singkong  mengalami ketatnya persaingan sehingga sangat diperlukan adanya strategi-strategi usaha dalam pengemabangan usaha. Salah satu penyebab industri kecil kalah bersaing yaitu kurangnya strategi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengaji secara mendalam dan komphrehensif mengenai strategi dalam meningkatkan pemasaran produk, bagaimana gambaran kondisi pemasaran pada kegiatan industri kecil keripik singkong. Faktor pendukung dan penghambat usaha kecil tersebut bisa berjalan dengan lancar serta bagaimana prospek perkembangan industri kecil keripik singkong.


KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Yang telah memberikan nikmat serta hidayahnya sehingga penulis dapat menyusun penelitian yang berjudul “INDUSTRI KERIPIK SINGKONG” penyusun tidak lupa pual mengucapkan terima kasih kepada guru pembimbing yang telah memberikan dukungan dan masukan, baik berupa saran maupun kritik yang bersifat membangun.
Isi dari penelitian ini disusun berdasarkan pada kenyataan yang ada serta pengetahuan yang kami miliki, adapun tujuannya adalah untuk meningkatkan dan menambah pengetahuan wawasan serta keterampilan untuk hidup mandiri. Oleh karena itu penelitian ini disusun dengan cara menerangkan kepad apembaca untu memberi pengetahuan  tentang bagaimana proses dalam pembuatan keripik singkong, dalam penelitian ini kami meminta arahan dan bimbingan dari guru. Selain itu, penelitian ini dirancang dengan sistematis sehingga pembaca bisa  memahami isi dari penelitian tersebut.
Maka dari itu penyusun sangat mengharapkan saran dan kritik dari pembaca yang bersifat membangun semoga penelitian ini bermanfaat khususnya bagi penulis dan pembaca.



DAFTAR ISI

Halaman Judul...............................................................................................          i
Halaman Pengesahan.....................................................................................          ii
Abstrak.........................................................................................................          iii
Kata Pengantar..............................................................................................          iv
Daftar Isi.......................................................................................................          v
BAB I Pendahuluan.......................................................................................          1
  1. Latar Belakang..................................................................................          1
  2. Rumusan Masalah..............................................................................          2
  3. Tujuan Penelitian................................................................................          2
  4. Manfaat Penelitian..............................................................................          3
BAB II Landasan Teori..................................................................................          4
BAB III Metode Penelitian.............................................................................          32
  1. Waktu dan Tempat Penelitian.............................................................          32
  2. Teknik dan Pengumpulan Data...........................................................          32
  3. Cara Kerja........................................................................................          32
BAB IV Hasil Pengamatan dan Pembahasan..................................................          33
  1. Bahan Dasar Keripik Singkong .........................................................          33
  2. Manfaat.............................................................................................          46
  3. Proses Pembuatan Keripik Singkong .................................................          53
BAB V Penutup.............................................................................................          57
  1. Kesimpulan .......................................................................................          57
  2. Saran ................................................................................................          57
Daftar pustaka...............................................................................................          58
Lampiran I.....................................................................................................          59
Lampiran II....................................................................................................          62
Lampiran III..................................................................................................          63
Lampiran IV..................................................................................................          64


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Negara Indonesia dikenal sangat kaya akan kebenarekaragaman sumber alamnya. Tidak halnya sampai di situ saja dimulai dari kebudayaan, suku bangsa, bahasa, agama, dan ras memiliki kemajemukan yang sangat tinggi sehingga bangsa Indonesia dikenal dengan sebutan “Zamrud Katulistiwa”.
Salah satu hasil dibidang pertanian yang memang sudah ada sejak dari zaman nenek moyang, dimana hasil pangan ini sering digunakan sebagai bahan pokok pangan juga menjadikannya sebagai  urutan teratas untuk dijadikan sebagai sumber pemasukan bagi negara Indonesia. Tentunya kita sudah mengenal apa komoditi yang dimaksud tersebut, yaitu tanaman singkong. Tanaman ini mempunyai multi guna ini banyak fungsinya, seperti untuk kebutuhan pokok, makanan camilan, snack, dan komoditi lainnnya. Selain hasil tanaman daunnya bisa digunakan sebagai bahan sayuran juga singkong yang berada pada akarnya bisa diolah menjadi makanan ringan seperti keripik singkong.
Hampir diseluruh wilayah nusantara kita banyak menjumpai tanaman ini, baik itu di desa, pegunungan, dataran rendah, dataran tinggi, bahkan sampai ke perkotaan kita masih sering menjumpai tanaman ini. Mengingat tanaman singkong masuk ke dalam kategori tanaman tropis dan  bisa ditanam dari iklik 210-290 sehingga cocok dengna iklim di kepulauan nusantara.
Pada kesempatan ini penulis akan mencoba menguraikan untuk mengambil inisiatif untuk bisa mengembangkan tanaman keripik singkong khususnya lebih fokus kepada produksi makanan ringan atau biasa disebut keripik singkong. Keripik singkong mempunyai prospek yang cerah bila mampu mengatur peredarannya baik itu untuk disimpan di warung, toko, supermarket, koperasi, dan warung internet. Bahkan penulis berani menyimpulkan makanan ringan ini dalam 3 hari sudah habis ditempatkan dan pihak penampung penjualan ingin memesan lagi karena keuntungannya sangat cepat didapat tidak seperti jenis makanan yang lainnya meskipun harus tetap memperhatikan tempat mana yang akan memang kondisi pasarnya sangat ramai.

B.     Rumusan Masalah
Ada dua rumusan masalah dalam penelitian ini, antara lain adalah sebagai berikut :
a.       Bagaimana cara pembuatan keripik singkong ?
b.      Dimana saja keripik singkong dipasarkan ?

C.     Tujuan Penelitian
a.       Teknik pembuatan keripik singkong
b.      Untuk menambah mengidentifikasi wawasan penulis dan sekaligus menambah kepustakaan di lingkungan sekolah.

D.    Manfaat Penelitian
a.       Untuk mengobati luka
b.      Untuk mengobati penglihatan kurang jelas
c.       Mengobati penyakit beri-beri


BAB II
LANDASAN TEORI

A.     Latar Belakang Pembuatan Usaha
Manusia yang hidup sudah menjadi semacam suatu kewajiban untuk bertahan hidup ditengah-tengah masyarakat. Untuk bertahan hidup manusia perlu berinteraksi dengan sesama manusia lain, terutama dalam menjalin kerjasama yang saling menguntungkan.
Sekarang ini lahan pekerjaan semakin bertambah, tetapi dengan banyaknya jumlah penduduk, peluang untuk mendapatkan pekerjaan jadi semakin kecil. Untuk itu, ada baiknya, setiap manusia mampu berdiri sendiri dengan usahanya dalam bertahan hidup.
Usaha dalam bertahan hidup itu diantaranya dengan membuka sendiri lahan usaha baru untuk kita tekuni. Dengan mempertimbangkan segala sesuatunya, termasuk ketersediaan sarana dan prasarana yang menunjang, yang tidak hanya diciptakan oleh kita, tetapi untuk mempermudah juga dilihat dari aspek lingkungan.
Ada berbagai macam lahan usaha yang dapat dilakukan, diantaranya adalah usaha pembuatan Keripik Singkong seperti apa yang akan penulis paparkan dalam makalah ini.



B.     Identifikasi Pembuatan Usaha
Pembuatan usaha baru yang kita rintis sebaiknya mempertimbangkan beberapa hal yang akan mendasari usaha kita tersebut, diantranya adalah untuk apa kita melukan kegiatan usaha yang dimaksud, apa saja hal yang kira-kira menjadi rintangan dan hal-hal yang dapat meringankan usaha kita tersebut, dan bagaimana kemungkinan keuntungan yang dapat kita peroleh dengan membuka usaha tersebut.

C.     Tujuan Membuat Usaha
Adapun tujuan kita untuk mendirikan suatu usaha adalah selain untuk bertahan hidup, lebih khusus lagi kita mencari laba atau untung dari usaha yang kita lakukan tersebut. Disamping itu, lebih jauh lagi, kita berharap dapat membuat lapangan kerja sendiri dan jika memungkinkan, kita dapat menyediakan lapangan kerja untuk orang lain.
Dengan makalah ini diharapkan pembaca dapat memahami dan diharapkan dapat memanfaatkannya khusunya dalam suatu pemilihan usaha.

D.    Prospektif Masa Depan
Usaha ini sangatlah bagus dan cerah karena usaha yang dijalankan ini sudah mulai ditinggalkan orang. Ciri produk yang khas yang dimiliki oleh perusahaan, membuat daya tarik tersendiri akan usaha ini, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.
Dengan sistem manajemen dan kontrol kualitas yang terjaga, maka usaha ini akan cukup berpotensi hingga masa yang akan datang. Dengan menajemen yang diterapkan pada tiap bagian dari usaha ini, dari mulai manajemen dalam bahan baku, produksi, hingga pemasaran, maka usaha apapun akan dapat bertahan menghadapi persaingan baik dengan sesama produsen Keripik Singkong maupun bersaing dengan produk baru lainnya.
Disamping itu, karena Keripik Singkong merupakan jenis makanan yang sudah umum di masyarakat sehingga dalam hal pangsa pasarnya tidak akan diragukan lagi.

E.     Analisis Persaingan
Seorang pengusaha harus dapat melihat dan memanfaatkan peluang yang ada sehingga usaha yang dijalankannya tidak mengalami kegagalan ditengah jalan.
Persaingan dengan perusahaan lain akan dapat diatasi dengan langkah-langkah yang terencana denan baik dan matang yang diantaranya adalah melakukan efisiensi dan peningkatan kualitas produk yang kita buat, yang dalam hal ini proses produksi martabak manis, dilakukan dengan cepat tanpa mengabaikan rasa dan rupa dari Keripik Singkong tersebut.
Efisiensi dapat dilakukan dengan cara menggunakan tenaga terampil atau tenaga yang telah dilatih dalam hal pembuatan martabak manis. Dalam produksi bahan makanan sangat perlu diperhatikan cita rasa dan rupa. Cita rasa yang tinggi tanpa memperhatikan rupa, akan kurang berhasil, begitupun sebaliknya.
Packing atau pengemasan produk yang elegan dan unik akan memberi nilai jual tersendiri. Dalam keyataan, kebanyakan produk yang dikemas, hampir 40% biaya produksi adalah untuk kemasan, sedangkan sisanya adalah untuk bahan baku dan tenaga kerja.
Bermunculannya produsen jenis makanan ringan juga akan memberikan persaingan tersendiri walaupun dari segmen produksi yang berbeda, tetapi untuk segmen makanan ringan hal ini akan sangat memanaskan persaingan.

F.      Segmentasi Pasar Yang Akan Dimasuki
Segemen pasar yang diincar adalah kalangan bawah hingga atas, dimana Keripik Singkong dapat dimakan oleh siapapun, tidak terkecuali kalangan atas.
Produk yang dihasilkan berupa Keripik Singkong akan dipasarkan dengan cara membuka toko sendiri. Keripik Singkong dapat juga dipasarkan dengan dengan cara order pemesanan. Hal ini biasanya untuk pemesanan partai yang agak besar, dalam hal ini dilakukan oleh distributor.
Dengan kemasan yang dibuat sedemikian rupa hingga dapat terlihat elegan, maka kalangan atas yang biasanya mempertimbangkan gengsi, tidak akan ragu untuk membeli Keripik Singkong yang bersangkutan walaupun harga jualnya jadi akan lebih membengkak.

G.    Estimasi Kelancaran Usaha
Kelancaran suatu usaha tidak hanya ditentukan dari lancarnya penjualan, tetapi juga ditentukan oleh proses produksi follow-up-nya. Dengan lancarnya penjualan secara otomatis juga memerlukan proses produksi yang juga tidak terhambat.
Kelancaran produksi bisa ditentukan oleh penggunaan permesinan yang dapat menghemat upah tenaga kerja dengan tingkat produksi yang juga tinggi.
Selain ditentukan oleh tenaga produksi yang telah terampil dan mampu berdisiplin hingga bisa mencapai target produksi sesuai dengan order penjualan.
Kelancaran produksi tidak akan terlepas dari kelancaran suplai bahan baku. Dalam hal ini bahan baku yang digunakan adalah berupa terigu yang berkualitas baik.
Untuk itu perlu dipikirkan untuk mempunyai sumber bahan baku sendiri. Salah satu caranya yaitu bekerjasama dengan perusahaan yang membuat terigu secara khusus. Hal ini untuk menjaga agar produksi tidak berhenti.
Sebagai penunjang kelancaran usaha, khususnya dalam hal proses produksi, kelancaran suplai bahan baku ini sangat perlu untuk diperhatikan. Cadangan bahan baku perlu dipertimbangkan untuk proses produksi hingga paling tidak 5 hari. Hal ini untuk menjaga jika terjadi hambatan dalam penyediaan bahan baku.
Kantung plastik, alumunium foil, atau bahkan foam-box yang biasa digunakan untuk kemasan makanan, kadang hanya berupa kemasan standar dan kurang sesuai untuk digunakan dalam mengemas jenis produk seperti martabak manis. Untuk itu perlu dipikirkan cara pengadaan kemasan ini disesuaikan dengan produk martabak mains yang dihasilkan, jika diperlukan harus dipikirkan pembuatan sendiri kemasan yang lain dari yang lain.

H.    Penetapan Harga Jual
Penetapan harga jual dilakukan dengan cara memperhitungkan harga bahan baku, upah pekerja, proses produksi, pengemasan, pemasaran dan jika perlu diperhitungkan pula biaya promosi dan transportasi.
Semua harga yang telah teridentifikasi dapat dihitung hingga bisa didapat harga satuan minimal (modal yang digunakan). Selanjutnya kita dapat menentukan harga jual setalah diperhitungkan dengan keuntungan yang ingin kita peroleh.
Penetapan harga ini sangat perlu dilakukan untuk standarisasi penjualan, sehingga tidak akan terjadi kesenjangan yang signifikan antara harga produk yang harus dibayar konsumen secara langsung dengan harga produk setelah melalui distributor atau agen.
Dalam penetapan harga jual ini kita juga harus realistis. Jika ditentukan terlalu tinggi maka konsumen akan mempertimbangkan kembali untuk membeli produk kita dan lebih jauh lagi mereka akan lari ke produk lain yang sejenis. Hal tersebut tentu tidak ingin terjadi. Untuk itu perlu diperhitungkan harga jual produk dari produsen lain.

I.       Pengertian Pemasaran
Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi. Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi.
Banyak ahli yang telah memberikan definisi atas pemasaran ini. Definisi yang diberikan sering berbeda antara ahli yang satu dengan ahli yang lain. Perbedaan ini disebabkan karena adanya perbedaan para ahli tersebut dalam memandang dan meninjau pemasaran. Dalam kegiatan pemasaran ini, aktivitas pertukaran merupakan hal sentral. Pertukaran merupakan kegiatan pemasaran dimana seseorang berusaha menawarkan sejumlah barang atau jasa dengan sejumlah nilai keberbagai macam kelompok social untuk memenuhi kebutuhannya. Pemasaran sebagai kegiatan manusia diarahkan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran. Definisi yangpaling sesuai dengan tujuan tersebut adalah :
Pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan prosuk yang bernilai kepada pihak lain (Kotler, 1997).
Definisi pemasaran ini bersandar pada konsep inti yang meliputi kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands).
Manusia harus menemukan kebutuhannya terlebih dahulu, sebelum ia memenuhinya. Usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat dilakukan dengan cara mengadakan suatu hubungan. Dengan demikian pemasaran bia juga diartikan suatu usaha untuk memuaskan kebutuhan pembeli dan penjual (Swasta, 1996).

J.      Manajemen Pemasaran
1)      Definisi Segmentasi Pasar
Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen.
2)      Sedangkan definisi yang diberikan oleh Pride & Ferrel (1995)
mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.
3)      Di lain pihak Pride & Ferrel (1995) mendefinisikan segmentasi pasar
sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.
Ada lagi pendapat Swastha & Handoko (1987) yang merumuskan segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix.
4)      Menurut Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254) pasar
Terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama (Kotler, 2005, p.307.
5)      Manfaat dan Kelemahan Segmentasi
Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991).
Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
1.      Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2.      Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3.      Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4.      Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5.      Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.

Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut:
1)      Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
2)      Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
3)      Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
4)      Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.
Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:
1.      Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
2.      Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
3.      Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
4.      Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.

 

K.    Macam Macam Pasar ekonomi – Presentation Transcript
  1. Pasar Ekonomi
a.       Pengertian
Pasar, dalam ilmu ekonomi, adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli, tidak selalu memerlukan lokasi fisik,dan bisa merujuk kepada suatu negara tempat suatu barang dijual dan dipasarkan.
b.      Berdasarkan Wujudnya
Pasar Konkret (nyata) adalah pasar yang tempat terjadinya secara langsung (tatap muka) antar pembeli dan penjual
Pasar Abstrak (tidak nyata) adalah pasar yang menunjukkan hubungan antara penjual dan penjual secara langsung maupun tidak langsung
c.       Berdasarkan Hubungan Dengan Proses Produksi
Pasar output (pasar produk) adalah pasar yang menjual-belikan barang hasil produksi
Pasar input (pasar faktor produksi) adalah interaksi antara permintaan dan penawaran terhadap barang dan jasa sebagai masukan pada proses produksi
d.      Macam – macam pasar
Pasar dapat dikelompokkan menjadi 4 jenis :
Pasar Barang
Pasar Tenaga Kerja
Pasar Uang dan Pasar Modal
Pasar Luar Negeri

  1. Macam-Macam Pasar
a.      Pasar Barang
Pasar barang adalah pasar yang menjual produk dalam bentuk barang. Dibagi menjadi dua:
Pasar Barang nyata atau riil
Pasar barang nyata adalah pasar yang menjual produk dalam bentuk barang yang bentuk dan fisiknya jelas.
Pasar Barang Abstrak
Pasar barang abstrak adalah pasar yang menjual produk yang tidak terlihat atau tidak riil secara fisik.
b.       Pasar Jasa / Tenaga
Pasar jasa adalah pasar yang menjual produknya dalam bentuk penawaran jasa atas suatu kemampuan.
Contoh pasar jasa seperti pasar tenaga kerja, Rumah Sakit yang menjual jasa kesehatan
c.       Pasar Uang dan Modal
Pasar Uang
Pasar Uang adalah pasar yang memperjual belikan mata uang negara-negara yang berlaku di dunia. Disebut juga sebagai pasar valuta asing / valas / Foreign Exchange / Forex. Contoh adalah transaksi forex di BEJ, BES, agen forex, di internet,dll.
Pasar Modal
Pasar Modal adalah pasar yang memperdagangkan surat-surat berharga sebagai bukti kepemilikan suatu perusahaan bisnis atau kepemilikan modal untuk di investasikan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Contohnya seperti saham, reksadana, obligasi perusahaan swasta dan pemerintah, dan lain sebagainya
d.      Pasar Luar Negeri
Pasar luar negeri menggambarkan hubungan antara permintaan dalam negeri akan produk  impor  dan penawaran keluar negeri berupa produk ekspor.

  1. Jenis Pasar menurut karakteristik demand yang dihadapi perusahaan
a.      Pasar Persaingan Sempurna
1)      Karakteristik Pasar :
o       Barang yang diproduksi homogen
o       Produsen dan Konsumen memiliki informasi yang sempurna
o       Produk yang dihasilkan seorang produsen relative kecil disbanding dengan barang di pasar (industri)
o       Produsen tidak dapat mempengaruhi harga
o       Produsen dan konsumen bebas keluar masuk pasar
o       Tidak ada campur tangan pemerintah
2)      Kelebihan dan Kelemahan
Kelebihan
o        Harga jual produk yang termurah
o        Rasio output per penduduk maksimal
o        Masyarakat merasa nyaman (tidak perlu memilih barang)
Kelemahan
o        Asumsi mustahil terwujud
o        Lama dalam pengembangan teknologi karena lama normal
o        Konflik efisiensi – keadilan

b.      Pasar Monopoli
Pasar monopoli terjadi jika hanya ada 1 penjual di pasar tanpa ada pesaing langsung, tidak langsung, baik nyata maupun potensial.
Factor penyebab terbentuknya monopoli :
1)      Karakteristik Pasar Monopoli
o       Adanya hambatan teknis (cpecial knowledges, tingginya tingkat efisiensi, control sumber fdaktor produksi)
o       Hambatan legalitas (Undang-undang dan hak khusus, hak patent, dan hak cipta)
2)      Aspek Negatif dari monopoli
o       Berkurangnya kesejahteraan konsumen
o       Memburuknya kondisi makro ekonomi nasional
o       Memburuknya kondisi perekonomian internasional
o       Aspek Positif dari monopoli
o       Efisiensi dan pertumbuhan ekonomi karena laba maksimal
o       Efisiensi pengadaan barang public karena skala usaha yang besar
o       Peningkatan kesejahteran masyarakat dalam diskriminasi harga
3)      Diskriminasi Harga :
Kebijakan diskriminasi harga adalah menjual produk yang sama dengan harga yang berbeda pada pasar yang berbeda dengan tujuan menambah laba melalui eksploitsi surplus konsumen.
Syarat Diskriminasi Harga :
§         Perusahaan memiliki daya monopoli
§         Pasar dapat dibagi menjadi dua atau lebih
§         Pembagian pasar harus efektif
§         MR di tiap pasar adalah sama agar menghasilkan laba maksimum

c.       Pasar Persaingan Monopolistik
1)      Karakteristik :
o       Terdapat banyak penjual atau produsen
o       Adanya Diferensiasi Produk.
o       Produsen Dapat mempengaruhi harga
o       Produsen Dapat keluar masuk pasar
o       Promosi penjualan harus aktif
2)      Kebaikan dan Kelemahan
Kebaikan pasar monopolistik dan Kelemahan Pasar monopolistik :
o       Banyaknya produsen memberikan keuntungan bagi konsumen untuk dapat memilih produk yang terbaik.
o       Kebebasan keluar masuk bagi produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan inovasi.
o       Diferensiasi produk mendorong konsumen selektif dalam menentukan produk yang akan dibelinya, dan dapat membuat konsumen loyal terhadap produk yang dipilihnya.
o       Pasar relatif mudah dijumpai oleh konsumen
o       Pasar monopolistik memiliki tingkat persaingan yang tinggi.
o       Sehingga produsen yang tidak memiliki modal dan pengalaman yang cukup akan cepat keluar dari pasar.
o       Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, karena pemain pasar di dalamnya memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi.
o       Pasar ini mendorong produsen untuk selalu berinovasi, sehingga akan meningkatkan biaya produksi yang akan berimbas pada harga produk.

d.      Pasar Oligopli
1)      Pengertian
Pasar Oligopoli adalah suatu bentuk pasar yang terdapat beberapa penjual dimana salah satu atau beberapa penjual bertindak sebagai pemilik pasar terbesar (price leader). Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.
Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.
Di Indonesia pasar oligopoli dapat dengan mudah kita jumpai, misalnya pada pasar semen, pasar layanan operator selular, pasar otomotif serta pasar yang bergerak dalam industri berat.
2)      Ciri-ciri Pasar Oligopoli
o       Terdapat beberapa penjual
o       Barang yang dijual homogen atau beda corak
o       Sulit dimasuki perusahaan baru
o       Membutuhkan peran iklan
o       Terdapat satu market leader (pemimpin pasar)
o       Harga jual tidak mudah berubah
3)      Macam-macam Pasar Oligopoli
o       Oligopoli murni : menjual barang yang homogen. Biasanya banyak dijumpai dalam industri yang menghasilkan bahan mentah.
Contoh : pasar semen, produsen bensin
o       Oligopoli diferensial : menjual barang berbeda corak. Barang seperti itu umumnya adalah barang akhir.
Contoh : pasar mobil, pasar sepeda motor
4)      Kebaikan Pasar Oligopoli
o       Memberi kebebasan memilih bagi pembeli.
o       Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk.
o       Lebih memperhatikan kepuasan konsumen  karena adanya persaingan penjual.
o       Adanya penerapan teknologi baru.
5)      Keburukan Pasar Oligopoli
o       Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan
o       Harga yang stabil dan terlalu tinggi bisa mendorong
timbulnya inflasi
o       Bisa timbul pemborosan biaya produksi apabila ada
kerjasama antar oligopolis karena semangat
bersaing kurang
o       Bisa timbul eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik
faktor produksi
o       Sulit ditembus/dimasuki perusahaan baru
o       Bisa berkembang ke arah monopoli
6)      Karakteristik Pasar Oligopoli
Bentuk pasar oligopoli dikarakterisasikan berdasarkan :
o       Sejumlah besar perusahaan-perusahaan dominan, dengan beberapa yang kecil lainnya.
o       Suatu produk yang distandarisasikan maupun dibedakan, kekuatan dari perusahaan-perusahaan dominan terhadap harga, namun ketakutan akan pembalasan,
o       Hambatan-hambatan secara teknologi dan ekonomi untuk
menjadi suatu perusahaan yang dominan,
o       Penggunaan persaingan non harga yang ekstensif akibat
ketakutan akan perang harga.

 

Distribusi adalah suatu proses penyampaian barang atau jasa dari produsen ke konsumen dan para pemakai, sewaktu dan dimana barang atau jasa tersebut diperlukan. Proses distribusi tersebut pada dasarnya menciptakan faedah (utility) waktu, tempat, dan pengalihan hak milik.
Dalam menciptakan ketiga faedah tersebut, terdapat dua aspek penting yang terlibat didalamnya, yaitu :
            1.      Lembaga yang berfungsi sebagai saluran distribusi (Channel of distribution/marketing channel).
            2.      Aktivitas yang menyalurkan arus fisik barang (Physical distribution).

a.      Saluran Distribusi
Menurut Winardi (1989:299) yang dimaksud dengan saluran distribusi adalah sebagai berikut :
“ Saluran distribusi merupakan suatu kelompok perantara yang berhubungan erat satu sama lain dan yang menyalurkan produk-produk kepada pembeli. “
Sedangkan Philip Kotler (1997:140) mengemukakan bahwa :
“ Saluran distribusi adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung dan terlibat dalam proses untuk menjadikan suatu barang atau jasa siap untuk digunakan atau dikonsumsi
Saluran distribusi pada dasarnya merupakan perantara yang menjembatani antara produsen dan konsumen. Perantara tersebut dapat digolongkan kedalam dua golongan, yaitu ; Pedagang perantara dan Agen perantara. Perbedaannya terletak pada aspek pemilikan serta proses negoisasi dalam pemindahan produk yang disalurkan tersebut.
1)      Pedagang perantara
Pada dasarnya, pedagang perantara (merchant middleman) ini bertanggung jawab terhadap pemilikan semua barang yang dipasarkannya atau dengan kata lain pedagang mempunyai hak atas kepemilikan barang. Ada dua kelompok yang termasuk dalam pedagang perantara, yaitu ; pedagang besar dan pengecer. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa produsen juga dapat bertindak sekaligus sebagai pedagang, karena selain membuat barang juga memperdagangkannya.
2)      Agen perantara
Agen perantara (Agent middle man) ini tidak mempunyai hak milik atas semua barang yang mereka tangani. Mereka dapat digolongkan kedalam dua golongan, yaitu :
                                                                        3.      Agen Penunjang
·         Agen pembelian dan penjulan
·         Agen Pengangkutan
·         Agen Penyimpanan
b) Agen Pelengkap
·         Agen yang membantu dalam bidang finansial
·         Agen yang membantu dalam bidang keputusan
·         Agen yang dapat memberikan informasi
·         Agen khusus

Menurut Philip Kotler (1993:174) agar suatu kegiatan penyaluran barang dapat berjalan dengan baik (efektif dan efisien) maka para pemakai saluran pemasaran harus mampu melakukan sejumlah tugas penting, yaitu :
§         Penelitian, yaitu melakukan pengumpulan informasi penting untuk perencanaan dan melancarkan pertukaran.
§         Promosi, yaitu pengembangan dan penyebaran informasi yang persuasive mengenai penawaran.
§         Kontak, yaitu melakukan pencarian dan menjalin hubungan dengan pembeli.
§         Penyelarasan, yaitu mempertemukan penawaran yang sesuai dengan permintaan pembeli termasuk kegiatan seperti pengolahan, penilaian dan pengemasan.
§         Negoisasi, yaitu melakukan usaha untuk mencapai persetujuan akhir mengenai harga dan lain-lain sehubungan dengan penawaran sehingga pemindahan   pemilikan atau penguasaan bias dilaksanakan.
§         Disrtibusi fisik, yaitu penyediaan sarana transportasi dan penyimpanan barang.
§         Pembiayaan, yaitu penyediaan permintaan dan pembiayaan dana untuk menutup biaya dari saluran pemasaran tersebut.
§         Pengambilan resiko, yaitu melakukan perkiraan mengenai resiko sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran tersebut.
Kelima tugas pertama membantu pelaksanaan transaksi dan tiga yang terakhir membantu penyelesaian transaksi. Semua tugas diatas mempunyai tiga persamaan, yaitu menggunakan sumber daya yang langka, dilaksanakan dengan menggunakan keahlian yang khusus, dan bisa dialih-alihkan diantara penyalur. Apabila perusahaan/produsen menjalankan seluruh tugas diatas, maka biaya akan membengkak dan akibatnya harga akan menjadi lebih tinggi.
Ada beberapa alternatif saluran (tipe saluran) yang dapat dipakai. Biasanya alternatif saluran tersebut didasarkan pada golongan barang konsumsi dan barang industri.
§         Barang konsumsi adalah barang-barang yang dibeli untuk dikonsumsikan. Pembeliannya didasarkan atas kebiasaan membeli dari konsumen. Jadi, pembelinya adalah pembeli/konsumen akhir, bukan pemakai industri karena barang –barang tersebut tidak diproses lagi, melainkan dipakai sendiri (Basu Swasta 1984:96).
§         Barang industri adalah barang-barang yang dibeli untuk diproses lagi atau untuk kepentingan dalam industri. Jadi, pembeli barang industri ini adalah perusahaan, lembaga, atau organisasi, termasuk non laba (Basu Swasta, 1984:97)
Berdasarkan pengertian diatas, maka seperti halnya pupuk itu digolongkan kedalam golongan barang industri, sebab pupuk dibeli petani bukan untuk dikonsumsi tetapi untuk digunakan dalam produksi pertaniannya. Dibawah ini digambarkan beberapa tipe saluran untuk barang konsumsi dan barang industri.
a)      Tipe saluran untuk barang konsumsi
§         KonsumenàSaluran 1 : Produsen
§         Saluran 2 : Produsen Konsumen à Pedagang eceran …à….
§         KonsumenàPedagang eceran–àGrosir—àSaluran 3 : Produsen
§         KonsumenàPedagang eceran—àGrosir—àAgen—àSaluran 4 : Produsen
b)      Tipe saluran untuk barang industri
Pemakai industriàSaluran 1 : Produsen
§          Pemakai industriàDistributor industri—àSaluran 2 : Produsen
§         Pemakai industriàDistributor industri—àAgen—-àSaluran 3 : Produsen—-
§         Pemakai industriàAgen—àSaluran 4 : Produsen—-
Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan didalam memilih saluran distribusi, faktor tersebut antara lain :
1. Jenis barang yang dipasarkan
2. Produsennya
3. Penyalur yang bersedia ikut mengambil bagian
4. Pasar sasaran

M.  Distribusi Fisik
Distribusi fisik merupakan aspek penting kedua dalam rangka menjadikan suatu produk tersedia bagi konsumen dalam jumlah, waktu, dan tempat yang tepat. Dalam hubungan itu, Dewan Manajemen Distribusi Fisik Nasional Amerika Serikat mendefinisikan distribusi fisik sebagai berikut :
“Suatu rangkaian aktivitas yang luas mengenai pemindahan barang jadi secara efisien dari akhir batas produksi kepara konsumen, serta didalam beberapa hal mencakup pemindahan bahan mentah dari suatu pembekal keawal batas produksi”.
Manajemen distribusi fisik hanyalah satu diantara istilah deskriptif yang digunakan untuk menggambarkan suatu pengendalian atas pemindahan barang seperti didefinisikan dimuka. Hal ini sering pula diistilahkan sebagai manajemen logistik atau logistik pemasaran. Namun demikian, apapun istilah yang digunakan konsep dasarnya adalah sama.
Secara terperinci, kegiatan yang ada dalam kegiatan distribusi fisik dapat dibagi kedalam lima macam (Basu Swasta, 1984: 220-229, diringkas) yaitu :
1.      Penentuan lokasi persediaan dan sistem penyimpanannya
a.      Penentuan lokasi penyediaannya
Kebijaksanaan terhadap lokasi persediaan didasarkan pada strategi yang diinginkan, apakah secara memusat (konsentrasi) ataukah menyebar (dispersi) dipasarnya. Jika perusahaan mengkonsentrasikan persediaannya, maka akan memudahkan dalam mengadakan pengawasan. Selain itu, juga akan meningkatkan efisiensi penyimpanan dan penanganan barangnya. Namun dari segi lain dapat terjadi bahwa beban pengangkutan akan meningkat dan pengantaran barang kebeberapa segmen pasar akan terlambat. Dan jika perusahan menyebarkan persediaannya kebeberapa lokasi, maka keadaannya akan berlainan, dan merupakan kebalikan dari konsentrasi.
b.      Sistem penyimpanan persediaan
Penyimpanan erat kaitannya dengan pergudangan, biasanya perusahaan yang tidak mempunyai fasilitas penyimpan sendiri umumnya menyewa kepada lembaga atau perusahaan lain atau disebut gudang umum. Besarnya sewa yang harus dibayar ditentukan menurut besarnya ruangan yang digunakan.

2.      Sistem Penanganan Barang
Sistem penanganan barang yang dapat digunakan antara lain :
a)      Paletisasi
Dalam paletisasi, penanganan barang-barang baik itu berupa bahan baku maupun barang jadi dipakai suatu alat yang disebut palet. Dengan alat ini barang-barang dapat dipindahkan secara cepat. Penggunaannya akan lebih ekonomis apabila material yang ditangani jumlahnya besar.
b)      Pengemasan
Barang-barang yang ditangani ditempatkan dalam suatu kemasan atau peti kemas baik dari logam, kayu, ataupun bahan yang lain. Biasanya kemasan ini dibuat dalam ukuran-ukuran tertentu sehingga sangat mudah dalam pengangkutannya.
c)      Sistem pengawasan persediaan
Faktor penting yang lain dalam sistem distribusi fisik adalah mengadakan pengawasan secara efektif terhadap komposisi dan besarnya persediaan. Adapun tujuan dari pengawasan persediaan adalah meminimumkan jumlah persediaan yang diperlukan, dan meminimumkan fluktuasi dalam persediaan sambil melayani pesanan dari pembeli. Besarnya persediaan sangat ditentukan oleh keseimbangan kebutuhan pasar dengan faktor biaya. Sedangkan permintaan pasar dapat diukur dengan menggunakan analisis ramalan penjualan.
d)      Prosedur memproses pesanan
Kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk memproses pesanan antara lain : menyelenggarakan kegiatan kantor secara teratur, membuat barang dengan baik, serta menyampaikannya kepada pembeli. Jika perusahaan tidak sanggup atau tidak mampu melaksanakan pesanan, maka ia harus memberitahu kepada pembeli.
e)      Pemilihan metode pengangkutan
Dalam hal ini, rute dan rit pengangkutan merupakan faktor yang penting, dan mempunyai hubungan yang erat dengan pasar atau daerah penjualan, serta lokasi persediaannya. Selain itu fasilitas pengangkutan yang ada juga merupakan faktor penentu.


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A.     Waktu dan Tempat
No
Waktu
Tanggal
Tempat
1
13.30-selesai
07 Januari 2011
Keripik di Brangkal
2
11.00-selesai
13 February 2011
Internet
3
14.30-selesai
21 February 2011
Internet
4
13.30-selesai
24 February 2011
Internet

B.     Teknik Dan Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini dilakukan dengan cara :
1.      Membuka buku yang berkaitan dengan obyek yang diteliti
2.      Dengan mencari bahan pembicaraan yang berkaitan dengan obyek dalam program situs internet

C.     Cara Kerja
1.      Kami mencari bahan tambahan di situs internet
2.      Kami mengumpulkan semua data dan alatnya
3.      Kami melakukan wawancara dengan pegawai keripik di daerah Brangkal Andong Boyolali
4.      Kami membaca buku-buku yang berkaitan dengan kajian penelitian


BAB IV
PEMBAHASAN

A.     Bahan Dasar Keripik
Berikut ini adalah bahan-bahan yang dipakai dalam pembuatan keripik singkong :
1.      Minyak goreng
Minyak goreng adalah minyak yang berasal dari lemak tumbuhan atau hewan yang dimurnikan dan berbentuk cair dalam suhu kamar dan biasanya digunakan untuk menggoreng makanan.[1] Minyak goreng dari tumbuhan biasanya dihasilkan dari tanaman seperti kelapa, biji-bijian, kacang-kacangan, jagung, kedelai, dan kanola.[1].

a.      Kerusakan

Minyak goreng biasanya bisa digunakan hingga 3 - 4 kali penggorengan.[2] Jika digunakan berulang kali, minyak akan berubah warna.[1]

Saat penggorengan dilakukan, ikatan rangkap yang terdapat pada asam lemak tak jenuh akan putus membentuk asam lemak jenuh.[2]. Minyak yang baik adalah minyak yang mengandung asam lemak tak jenuh yang lebih banyak dibandingkan dengan kandungan asam lemak jenuhnya.[1]
Setelah penggorengan berkali-kali, asam lemak yang terkandung dalam minyak akan semakin jenuh.[2] Dengan demikian minyak tersebut dapat dikatakan telah rusak atau dapat disebut minyak jelantah.[3]. Penggunaan minyak berkali-kali akan membuat ikatan rangkap minyak teroksidasi membentuk gugus peroksida dan monomer siklik, minyak yang seperti ini dikatakan telah rusak dan berbahaya bagi kesehatan.[4]. Suhu yang semakin tinggi dan semakin lama pemanasan, kadar asam lemak jenuh akan semakin naik.[2] Minyak nabati dengan kadar asam lemak jenuh yang tinggi akan mengakibatkan makanan yang digoreng menjadi berbahaya bagi kesehatan.[1]
Selain karena penggorengan berkali-kali, minyak dapat menjadi rusak karena penyimpanan yang salah dalam jangka waktu tertentu sehingga ikatan trigliserida pecah menjadi gliserol dan asam lemak bebas.[3]

b.      Faktor yang memengaruhi ketahanan

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi kerusakan minyak adalah:

§         oksigen dan ikatan rangkap-->Semakin banyak ikatan rangkap dan oksigen yang terkandung maka minyak akan semakin cepat teroksidasi.[4]
§         suhu --> Suhu yang semakin tinggi juga akan mempercepat proses oksidasi.[3]
§         Cahaya dan ion logam --> berperan sebagai katalis yang mempercepat proses oksidasi.[5]
§         antioksidan --> membuat minyak lebih tahan terhadap oksidasi.[5]

c.       Sumber

Minyak goreng umumnya berasal dari minyak kelapa sawit.[6]. Minyak kelapa dapat digunakan untuk menggoreng karena struktur minyaknya yang memiliki ikatan rangkap sehingga minyaknya termasuk lemak tak jenuh yang sifatnya stabil.[1] Selain itu pada minyak kelapa terdapat asam lemak esensial yang tidak dapat disintesis oleh tubuh.[1] Asam lemak tersebut adalah asam palmitat, stearat, oleat, dan linoleat.[1]
Beberapa minyak yang dipakai untuk menggoreng selain minyak kelapa sawit adalah minyak palm kernel, palm olein, palm stearin, dan Tallow.[6] Selain itu terdapat juga minyak lain seperti minyak biji anggur, bunga matahari, kedelai, dan zaitun.[6] Minyak-minyak ini kurang cocok apabila digunakan untuk menggoreng namun minyak-minyak ini memiliki kandungan asam lemak yang tinggi dan biasa digunakan sebagai bahan tambahan pada salad dan makanan lainnya.[6]

2.      Bawang Putih
Bawang putih (Allium sativum) telah lama digunakan sebagai salah satu bumbu masak oleh masyarakat Indonesia maupun masyarakat di berbagai belahan dunia karena memiliki aromanya yang khas. Akhir-akhir ini penggunaan bawang putih tidak hanya sebagai penyedap rasa, tetapi digunakan juga sebagai bahan yang dapat memberikan efek kesehatan.
Telah banyak  publikasi hasil penelitian dalam satu dekade terakhir ini menunjukkan bahwa bawang putih merupakan salah satu bahan pangan terbaik untuk mencegah timbulnya penyakit.
Pada bulan April 2005 tel;ah diadakan International Research Symposium di Universitas Georgetown USA, dengan tema "Pengaruh Bawang Putih dan Komponen-komponennya Terhadap Penyakit Kanker dan Kardiovaskuler". Ajang ini diikuti oleh para peneliti bawang putih di seluruh dunia. Temuan-temuan baru manfaat bawang putih sebagai obat didiskusikan dengan menarik pada forum ini, sebagian dari temuan-temuan tersebut dan beberapa karya tulis ,telah dipublikan dalam  Journal of Nutrition edisi Maret 2006.
Komponen bioaktif di  suatu bahan pangan memegang peranan penting dalam memberikan efek kesehatan. Komponen aktif yang terdapat pada bahan tanaman dikenal dengan istilah fitokimia. Pengertian fitokimia adalah suatu bahan dari tanaman (phytos = tanaman), yang dapat memberikan fungsi fisiologis untuk pencegahan penyakit. Bahan yang dimaksud adalah senyawa kimia berupa komponen bioaktif yang dapat digunakan untuk pencegahan atau pengobatan penyakit.
Karena banyaknya komponen yang terkandung di dalam bawang putih menyebabkan metode persiapan dan ekstraksi (lama, metode ekstraksi dan jenis pelarut) memegang peranan penting untuk mendapatkan komponen bioaktif dari bawang putih. Pelarut (solvent) yang sering digunakan adalah ethanol, methanol, aseton, dan air atau kombinasinya. Komponen-komponen bioaktif yang terdapat di bawang putih bekerja secara sinergis satu sama lain untuk menimbulkan efek kesehatan.
Diantara beberapa komponen bioaktif yang terdapat pada bawang putih, senyawa sulfida adalah senyawa yang banyak jumlahnya, tersebut antara lain adalah dialil sulfida atau dalam bentuk teroksidasi disebut dengan alisin. Sama seperti senyawa fenolik lainnya, mempunyai fungsi fisiologis, termasuk diantaranya adalah antioksidan, antikanker, antitrombotik, antiradang, penurunan tekanan darah, dan dapat menurunkan kolesterol darah. Data epidemiologis juga menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara konsumsi bawang putih dengan penurunan penyakit kardiovaskuler, seperti aterosklerosis (penumpukan lemak), jantung koroner, dan hipertensi.
Penurunan kolesterol dalam  darah disebabkan terhambatnya beberapa enzim yang berkaitan dengan pembentukan kolesterol, salah satunya adalah 3-hydroxy-3-methylglutaryl CoA reductase (HMGCR). Penurunan tekanan darah disebabkan oleh terhambatnya aktivitas angiotensin I-converting enzyme (ACE); suatu enzim yang bertanggung jawab atas  terjadinya peningkatan tekanan darah. Sebagai antioksidan bawang putih sangat efektif sebagai komponen yang dapat mencegah pembentukan radikal bebas baik secara invitro maupun invivo.
Riset pasar yang dilakukan oleh Clute pada tahun 2004, menyebutkan bahwa bawang putih adalah suplemen utama rempah-rempah yang dikonsumsi oleh keluarga di USA. Beberapa produk bawang putih yang telah dikomersialkan adalah garlic essential oil, garlic oil macerated oil, garlic powder, dan age garlic extract (AGE).

 

3.      Kencur
?Kencur
Kencur (Kaempferia galanga L.) .
Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Upafamili:
Genus:
Spesies:
K. galanga
Kaempferia galanga
(Linn.)
Kencur (Kaempferia galanga L.) adalah salah satu jenis empon-empon/tanaman obat yang tergolong dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). Rimpang atau rizoma tanaman ini mengandung minyak atsiri dan alkaloid yang dimanfaatkan sebagai stimulan. Nama lainnya adalah cekur (Malaysia) dan pro hom (Thailand). Dalam pustaka internasional (bahasa Inggris) kerap terjadi kekacauan dengan menyebut kencur sebagai lesser galangal (Alpinia officinarum) maupun zedoary (temu putih), yang sebetulnya spesies yang berbeda dan bukan merupakan rempah pengganti. Terdapat pula kerabat dekat kencur yang biasa ditanam di pekarangan sebagai tanaman obat, temu rapet (K. rotunda Jacq.), namun mudah dibedakan dari daunnya.
Nama kencur dipinjam dari bahasa Sanskerta, kachora, कचोर, yang berarti temu putih (Curcuma zedoaria).[1]

Kencur merupakan temu kecil yang tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Jumlah helaian daun kencur tidak lebih dari 2-3 lembar (jarang 5) dengan susunan berhadapan, tumbuh menggeletak di atas permukaan tanah. Bunga majemuk tersusun setengah duduk dengan kuntum bunga berjumlah antara 4 sampai 12 buah, bibir bunga (labellum) berwarna lembayung dengan warna putih lebih dominan[2].
Tumbuhan ini tumbuh baik pada musim penghujan. Kencur dapat ditanam dalam pot atau di kebun yang cukup sinar matahari, tidak terlalu basah dan setengah ternaungi.

4.      Pengertian Singkong
Ketela pohon , atau yang lebih dikenal dengan  Singkong atau ubi kayu, merupakan  pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran.
Singkong  Merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis singkong yang ditanam. Daging umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia.
Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam aminJenis singkong Manihot esculenta pertama kali dikenal di Amerika Selatan kemudian dikembangkan pada masa pra-sejarah di Brasil dan Paraguay. Bentuk-bentuk modern dari spesies yang telah dibudidayakan dapat ditemukan bertumbuh liar di Brasil selatan. Meskipun spesies Manihot yang liar ada banyak, semua varitas M. esculenta dapat dibudidayakan.

5.      Garam
Garam dalam masakan memang berperan besar untuk menimbulkan rasa yang lezat dan gurih, namun dalam jumlah yang tinggi garam menjadi pemicu beberapa masalah kesehatan, mulai dari darah tinggi sampai gagal ginjal.
Garam dapur atau garam dalam pengertian sehari-hari adalah jenis garam yang terdiri dari unsur mineral natrium (Na) alias sodium dan klorida (Cl) yang bergabung menjadi satu molekul bernama natrium klorida (NaCl). Jumlah sodium dalam garam dapur sekitar 40 persen dan sisanya ion klorida.
Sodium atau natrium tersebut dibutuhkan tubuh untuk proses metabolisme, menjaga regulasi volume dan tekanan darah, serta kontraksi otot dan transmisi sel saraf.
Kendati demikian, konsumsi garam pada tiap orang dianjurkan tidak lebih dari 6 gram (setara 1 sendok teh) setiap hari. Berdasarkan
Pedoman Gizi Seimbang jumlah 6 gram itu sama dengan 2300 mg natrium. "Yang menjadi masalah kesehatan sebenarnya adalah natrium, bukan garam secara keseluruhan," kata Fendy Susanto dari Nutrifood Research Centre Program Development and Scientific Support.
Asupan garam yang tinggi ini berkaitan erat dengan terjadinya tekanan darah tinggi. "Riset menunjukkan kenaikan 1/2 sendok teh garam akan menaikkan tekanan sistolik 5 poin dan tekanan diastolik 3 poin.
Sebaliknya mengurangi garam menjadi kurang dari 1 sendok teh akan menurunkan tekanan sistolik 7 poin dan diastolik 4 poin," kata Fendy.
Selain memicu hipertensi konsumsi garam yang tinggi juga bisa mengganggu kerja ginjal. Sebenarnya tubuh punya mekanisme untuk mengeluarkan kelebihan garam, tapi karena tingginya garam yang diasup ginjal jadi kesulitan untuk mengeluarkan. Akibatnya jumlah natrium di dalam tubuh sangat banyak. Padahal, natrium memiliki sifat mengikat cairan (retensi cairan).
"Ketika jumlah natrium dalam tubuh tinggi, maka jumlah cairannya ikut meningkat sehingga volume darah bertambah dan tekanannya semakin besar. Jika ditambah dengan konsumsi lemak berlebih yang mengakibatkan pembuluh darahnya mengecil, akibatnya bisa fatal karena pembuluh darahnya bisa pecah," papar Fendy di acara media edukasi mengenai Garam dan Hipertensi di Jakarta (23/2).
Beberapa penelitian juga menunjukkan asupan garam yang tinggi akan mempercepat perburukan fungsi ginjal terutama pada pasien-pasien penyakit ginjal.
Itu sebabnya kita disarankan untuk mulai menjaga jarak dengan garam dan mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah.

6.      Ketumbar
Ketumbar (Coriandrum sativum) adalah tumbuhan rempah-rempah yang populer. Buahnya yang kecil dikeringkan dan diperdagangkan, baik digerus maupun tidak. Bentuk yang tidak digerus mirip dengan lada, seperti biji kecil-kecil berdiameter 1-2 mm. Dalam perdagangan obat ia dinamakan fructus coriandri. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai coriander dan di Amerika dikenal sebagai cilantro. Tumbuhan ini berasal dari Eropa Selatan dan sekitar Laut Kaspia.
Berbagai jenis masakan tradisional Indonesia kerap menggunakan bumbu berupa biji berbentuk butiran beraroma keras yang dinamakan ketumbar. Dengan tambahan bumbu tersebut, aroma masakan akan lebih nyata.
Tak hanya bijinya saja yang sering digunakan dalam masakan. Daunnya yang majemuk seperti seledri itu sering diiris tipis dan dijadikan taburan dalam masakan seperti sup dan salad khas Thailand. Di negara itu, ketumbar diberi nama phak chee. Sama dengan bijinya, daun ketumbar juga beraroma tajam.
Biasanya, tumbuhan ini ditanam di kebun-kebun daerah dataran rendah dan pegunungan. Seperti halnya seledri, tumbuhan ini hanya mencapai ketinggian satu meter dari tanah.
Daunnya hijau dengan tepian bergerigi. Sedangkan, untuk bunga mejemuknya berbentuk payung bersusun berwarna putih dan merah muda. Untuk buah, bentuknya hampir bulat berwarna kuning bersusun, Kalau matang, buahnya mudah dirontokkan. Setelah itu, buahnya dikeringkan.
Di sana, biji yang dikeringkan Di beberapa daerah, ketumbar sering diberikan nama yang berbeda-beda.

 

Manfaat ketumbar

Manfaat dari tumbuhan ini sudah banyak dirasakan di berbagai negara. Ketumbar biasanya digunakan pelancar pencernaan, peluruh kentut (carminative), peluruh ASI (lactago), dan penambah nafsu makan (stomachica). Namanya berbeda-beda di berbagai negara juga di berbagai daerah di Indonesia.
Manfaat yang diambil dari ketumbar adalah dari daun, biji, dan buah. Dari semua bagian itu terdapat kandungan berupa sabinene, myrcene, a-terpinene, ocimene, linalool, geraniol, dekanal, desilaldehida, trantridecen, asam petroselinat, asam oktadasenat, d-mannite, skopoletin, p-simena, kamfena, dan felandren.
Khasiatnya tak sebatas pelancar pencernaan saja. Ketumbar juga berguna untuk meredakan pusing, muntah-muntah, influenza, wasir, radang lambung dan radang payudara, campak, masuk angin, tekanan darah tinggi, dan lemah syahwat.
Penggunaan ketumbar bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti ditumbuk halus dan direbus, baik untuk pengobatan luar, maupun dalam.
Untuk pengobatan luar biasanya dihaluskan dan dijadikan adonan dengan dicampur air dan bahan lainnya. Lalu adonan itu ditempelkan pada bagian yang sakit. Cara ini dilakukan untuk perut kembung (ditambah katuk, bawang merah, dan buah pinang), sakit kepala (ditambah buah pinang, daun sirih, mangle, dan pacar jawa), serta radang payudara.
Sementara, untuk pengobatan dalam biasanya ketumbar direbus. Setelah direbus dan ditambah beberapa bahan lain, air rebusannya disaring lalu diminum secara rutin. Cara ini digunakan untuk pengobatan tekanan darah tinggi (ditambah seledri), influenza (ditambah jahe, daun bawang putih, dan madu), batuk (ditambah kayu manis, kumis kucing, dan gula aren), memperbanyak ASI, muntah-muntah, radang lambung, keracunan jamur, dan lainnya.
Cara lainnya adalah dengan menyangrai biji ketumbar, ditumbuk halus, lalu diseduh dengan air (wasir). Ada pula dengan menghaluskan ketumbar dan bahan lainnya, ditambah air, disaring lalu diminum (lemah syahwat). Untuk mengatasi batuk, ketumbar, jahe, dan buah pir di tim, lalu dimakan. Cara untuk mengatasi haid tak lancar beda lagi. Caranya adalah dengan menghaluskan ketumbar dan bahan lain, direbus, lalu disaring.



B.     Manfaat
1.         Klasifikasi  Daun Singkong
Siapa tak kenal dengan daun singkong ? Sayuran ini banyak dikonsumsi masyarakat sebagai sayuran ataupun lalapan teman nasi yang gurih dan enak. Jenis sayuran ini memang dikenal memiliki rasa dari daun yang agak tebal. Namun justru dari rasa khasnya inilah banyak khasiat daun singkong yang sangat bermanfaat untuk kesehatan.
Selain daun, yang biasa dimanfaatkan dari tanaman singkong (manihot utilissima) adalah umbinya. Ubi singkong merupakan jenis makanan umbi-umbian yang setara dan dapat dimakan sebagai pengganti nasi. Apalagi kandungan patinya dan karbohidratnya sangat tinggi. Bahkan di berbagai wilayah di tanah air, ubi singkong juga menjadi makanan pokok para penduduknya. 
Banyak kandungan gizi yang terdapat dalam ubi singkong. Selain kalorinya yang tinggi, ubi tanaman singkong ini juga dikenal mengandung hidrat arang, lemak, protein, fosfor, kalsium, zat besi, vitamin B, dan vitamin C. Selain itu, tidak sedikit pula orang yang menyukai ketela singkong goreng atau rebus karena rasanya yang gurih dan enak.


Kaya Gizi
Begitu juga dengan daun singkong, kandungan gizinya sangat tinggi. Daun singkong dikenal banyak mengandung kalori, protein, fosfor, hidrat arang, dan zat besi. Sedangkan kandungan vitamin dalam daun singkong terdiri dari vitamin A, B1, dan vitamin C. Selain itu daun singkong juga mengandung tannin dan sejumlah fitofarmaka yang sangat baik untuk menjaga daya tahan tubuh maupun mengatasi sejumlah penyakit.
Khasiat daun singkong yang dikenal masyarakat adalah untuk mengatasi dan menyembuhkan penyakit rematik, encok, diare, desentri, demam, sakit kepala, rabun senja, cacingan, dan penyakit beri-beri.
Daun singkong juga dikenal memiliki manfaat sebagai anti oksidan dan anti kanker serta menangkal radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, kemampuan daun singkong dalam merangsang dan meningkatkan nafsu makan tentu saja sangat berguna dalam meningkatkan daya tahan tubuh.
Aneka Menu
Besarnya manfaat daun singkong dan rasanya yang enak menjadikan sayuran jenis ini sebagai makanan yang sering disajikan di rumah. Daun singkong memang sering dijadikan bahan untuk dibuat sayuran, lalapan, ataupun dibuat tumis. Banyak rumah makan maupun restoran, khususnya yang menyajikan masakan Padang, selalu menyiapkan lalapan daun singkong sebagai bagian dari menunya. 
Apalagi tanaman singkong termasuk jenis tanaman yang relatif mudah tumbuh di tanah tropis seperti Indonesia. Hanya dengan menancapkan batangnya saja, tanaman ini sudah akan tumbuh dengan baik. Karena itu tak heran bila tanaman ini juga mudah ditanam di halaman rumah, baik untuk diambil ubinya maupun daunnya.
Tingginya khasiat daun singkong untuk menjaga kesehatan dan menyembuhkan berbagai macam penyakit  tentunya menjadi pertimbangan agar daun tanaman ini selalu menjadi menu harian yang enak, bergizi, namun murah.
2.         Manfaat Kulit Singkong yang Menguntungkan
Hampir semua bagian dari pohon singkong bisa dimanfaatkan mulai dari umbi hingga daunnya. Umbi Singkong biasanya hanya diambil dagingnya dan untuk digoreng atau direbus. Sedangkan kulitnya dibuang begitu saja atau di jadikan makanan untuk hewan ternak. Kulit singkong selama ini memang sering disepelekan dan dianggap sebagai limbah dari tanaman singkong. Padahal, kulit singkong ini memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi yang dapat dikonsumsi pula oleh manusia. Presentase jumlah limbah kulit bagian luar sebesar 0,5-2% dari berat total singkong segar dan limbah kulit bagian dalam sebesar 8-15%.
Sampah kulit singkong termasuk dalam kategori sampah organik karena sampah ini dapat terdegradasi (membusuk/hancur) secara alami. Pengolahan limbah kulit singkong dapat dimanfaatkan sebagai:
Kompos
Kulit singkong dapat diproses menjadi pupuk organik yang kemudian disebut sebagi pupuk kompos. Menurut penelitian (Ankabi, 2007) kompos kulit singkong bermanfaat sebagai sumber nutrisi bagi tumbuhan dan berpotensi sebagai insektisida tumbuhan.
Pakan ternak
Kulit singkong sebagai pengganti rumput lapang. Karena kulit singkong yang mengandung karbohidrat tinggi dapat dengan cepat menggemukkan hewan ternak.
Bio energi
Kulit singkong bisa berpotensi untuk diproduksi menjadi bietanol yang digunakan sebagai pengganti bahan bakar minyak. Teknologi pembuatan bioetanol dari limbah kulit singkong melalui proses hidrolisa asam dan enzimatis merupakan suatu alternatif dalam rangka mendukung program pemerintah tentang penyediaan bahan bakar non migas yang terbarukan yaitu BBN ( bahan bakar nabati ) sebagai pengganti bensin.
Olahan kuliner
Kulit singkong dapat menjadi olahan kuliner yaitu keripik kulit singkong, yang tak kalah sedap dengan umbi singkong itu sendiri. Bahan dasar yang lebih murah, namu rasa tak mau kalah.
Mayoritas kulit singkong hanya dijual kepada peternak sapi atau kambing, sebagai makanan tambahan dengan harga rendah. 
Manfaat kulit singkong yang menguntungkan inilah peluang bisnis Anda, karena begitu banyak kandungan dan manfaat dari kulit singkong. Anda dapat berkreasi dalam sistem pengolahannya, agar limbah kulit singkong tersebut dapat menjadi hasil olahan yang mempunyai nilai jual tinggi dan yang pasti menguntungkan. Limbah singkong tersebut yang pasti dapat dengan mudah Anda peroleh dari industri rumahan yang memiliki bisnis singkong goreng ataupun keripik singkong misalnya.
Biasanya mereka mempunyai sampah kulit singkong yang banyak, dan mereka sendiripun tidak sempat untuk mengolahnya kembali. Jadi manfaatkanlah potensi ini sebagai peluang usaha kuliner yang inovatif dan menyehatkan.

A.     Manfaat Singkong untuk Kesehatan
Singkong ternyata memiliki manfaat beragam untuk kesehatan kita. Silakan Anda simak manfaatnya di bawah ini:
b.      Singkong baik untuk diet rendah kalori Anda.     
Mengapa begitu? Ini karena singkong merupakan bahan makanan dengan kandungan karbohidrat    yang lebih rendah dari nasi dan roti, dengan kandungan serat yang tinggi sehingga membuat perut tetap terasa kenyang dalam waktu yang lama. 
c.       Singkong baik untuk kesehatan pencernaan Anda
Singkong merupakan umbi yang banyak sekali mengandung Insoluble Fiber atau Serat yang Tidak Larut dalam Air. Serat jenis ini berfungsi memperlancar proses buang air besar, serta mampu nyerap dan membuang toksin dalam usus, sehingga pencernaan Anda menjadi sehat.
d.      Manfaat Singkong menurut Prof. Hembing Wijayakusuma, pakar tanaman obat
 Menurut beliau, efek farmakologis dari singkong adalah sebagai antioksidan, antikanker, antitumor, dan menambah napsu makan. Bagian yang umum dipakai pada tanaman ini adalah daun dan umbi.
Umbi singkong memiliki kandungan kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B dan C, dan amilum. Daun mengandung vitamin A, B1 dan C, kalsium, kalori, forfor, protein, lemak, hidrat arang, dan zat besi. Sementara kulit batang, mengandung tannin, enzim peroksidase, glikosida, dan kalsium oksalat.
Selain sebagai makanan, tanaman singkong memiliki berbagai khasiat sebagai obat. Di antaranya obat rematik, sakit kepala, demam, luka, diare, cacingan, disentri, rabun senja, beri-beri, dan bisa meningkatkan stamina.
e.      Mengatasi rematik
bisa dilakukan dengan pemakaian dalam dan pemakaian luar.
Pada pemakaian luar, sebanyak lima lembar daun singkong, 15 gram jahe merah, dan kapur sirih secukupnya, dihaluskan dan ditambahkan air secukupnya. Setelah diaduk, ramuan dioleskan pada bagian tubuh yang sakit.
Pada pemakaian dalam, 100 gram batang singkong, satu batang sereh, dan 15 gram jahe direbus dengan 1.000 cc air hingga tersisa 400 cc. Lalu, disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc. Lakukan dua kali sehari.
f.        Mengatasi sakit kepala,
Daun singkong ditumbuk lalu digunakan untuk kompres. Sebagai obat demam, 60 gram batang pohon singkong, 30 gram jali yang telah direndam hingga lembut direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Ramuan disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc. Lakukan dua kali sehari.
g.      Mengatasi luka bernanah,
Batang singkong segar ditumbuk lalu ditempelkan pada bagian tubuh yang sakit. Untuk luka garukan, singkong diparut lalu ditempelkan pada bagian yang sakit dan diperban.
h.      Obat luka
Karena terkena benda panas, singkong diparut lalu diperas. Airnya didiamkan beberapa saat hingga patinya mengendap, lalu patinya dioleskan pada bagian yang luka.
i.        Mengatasi diare,
Tujuh lembar daun singkong direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc. Lalu disaring dan diminum airnya sebanyak 200 cc. Lakukan dua kali sehari.
j.        Obat cacingan,
60 gram kulit batang singkong dan 30 gram daun ketepeng c
k.      Obat cacingan,
60 gram kulit batang singkong dan 30 gram daun ketepeng cina direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Lalu disaring dan diminum airnya menjelang tidur. Mengatasi beri-beri, 200 gram daun singkong dimakan sebagai lalap.

l.        Untuk meningkatkan stamina,
100 gram singkong, 25 gram kencur, dan lima butir angco (kurma merah, beli di toko obat/makanan china)  yang telah dibuang bijinya, diblender dengan menambahkan air secukupnya. Lalu tambahkan madu dan diminum

C.     Proses Pembuatan Keripik Singkong
Cara memproduksi keripik singkong :
Alur Produksi :
1.      SINGKONG : Di Indonesia ada 160 jenis singkong Dan hanya 5 jenis singkong pilihan untuk produksi keripik Aneka Rasa. Dan berasal dari Suka Bumi dan Magelang.
2.      QUALITY CONTROL : Singkong didistribusikan ke Aneka Rasa kemudian disortasi.Dimana dari Singkong tersebut pasti ada salah satu atau beberapa yang mengalami Kerusakan, pahit, dll yang tidak masuk standar bahan baku dari Perusahaan
3.      PENGGUDANGAN : Setelah diadakan sortase, singkong kemudian digudangkan di tempat yang teduh,tertata rapi dan tidak boleh terkena sinar matahari langsung. Karena bisa mengakibatkatkan singkong tersebut menjadi layu
4.      PENGUPASAN : Pengupasan kulit singkong dilakukan dengan menggunakan pisau tajam agar hasil potongan sesuai dengan tehnik memotong yang telah diterapkan untuk menghasilkan potongan singkong yang baik. Maka pisau yang akan dipergunakan harus diasah terlebih dahulu agar tekstur singkong yang akan diproduksi tidak lecet, tentunya tidak banyak terbuang.
5.      PENCUCIAN : Pencucian singkong dilakukan dengan memegang singkong tersebut dengan menggunakan air yang mengalir. Sehingga singkong benar-benar bersih dari kotoran tanah dan tentunya Higienis. Sesuai dengan standar dari Dinas Kesehatan dan POM.
6.      PENIRISAN : Hasil cucian singkong tersebut dimasukkan kedalam tempat atau wadah yang berlubang. Supaya air dari sisa pencucian singkong bisa mengalir keluar dengan lancar dan akan menghasilkan singkong yang bersih dan kering.
7.      PEMOTONGAN : Singkong hasil cucian yang telah benar-2 tiris/ kering kemudian dirajang satu persatu untuk dijadikan keripik dengan potongan selera kita. Tapi yang biasa di gunakan adalah potongan bulat atau menurut bulatnya singkong tersebut
8.      PENIRISAN : Hasil dari pemotongan singkong tersebut ditata sedemikian rupa sehingga tidak banyak yang lengket /kemel. Sehingga dalam proses penggorengan tidak banyak yang lengket pula.
9.      PENGGORENGAN : Penggorengan Singkong dilakukan dalam kwali besar selama kurang lebih3 menit dengan menggunakan minyak goreng berkwalitas yang berasal Kopra.
10.  PEMBUBUAN : Dalam keadaan minyak panas dan keripik siap angkat, diberikam bumbu sesuai dngan yang kita inginkan
11.  PENIRISAN : Keripik singkong yang sudah benar-benar matang didangkat kemudian ditiriskan minyaknya diatas drum penirisan. Ini dilakukan agar keripik tidak banyak mengandung minyak/basah.
12.  PENDINGINAN 1 : Keripik singkong yang sudah tiris dari minyak ditampung kedalam drum stanleees supaya uap panasnya hilang/dingin.
13.  PENDINGAN 2 : Keripik singkong yang sudah didinginkan 1 dituang ke meja sortir supaya benar-benar dingin dan siap dikemas.
14.  SORTASE : Keripik singkong yang sudah didinginkan 1 yang dituang ke meja sortir untuk dipah pisahkan dari keripik yang belum matang dan menempel (kemel)akan digoreng kembali.
15.  LABELLING : Sebelum keripik singkong dikemas, dipersiapkan terlebih dahulu plastik pembungkus yang sudah diberi label explayer. Sehingga konsumen bisa mendapat informasi tentang kadaluarsanya.
16.  PEGEPACKAN : Plastik yang telah belebel explayer siap dipergunakan untuk membungkus keripik yang sudah disortir. Menjadi bungkusan 150 Gr. Dan 200 Gr.



BAB V
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, kami dapat menyimpulkan bahwa dalam merintis suatu usaha ada baiknya direncanakan secara matang baik ditinjau dari prospek dimasa depan maupun pengolahan usahanya. Selain itu perlu pula dipikirkan dan diperhitungkan tentang prospek persaingan, segmentasi pasar dan kelancaran usahanya.
Dalam hal pengadaan bahan baku sangat tergantung pada tenaga kerja berasal dari masyarakat sekitar lokasi usaha.
Penetapan harga jual merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam suatu usaha. Harga harus realistis  tetapi tidak melupakan modal yang dikeluarkan untuk melakukan usaha yang bersangkutan tersebut.

B.     Saran
1.         Membuat inovasi terbaru dalam rasa keripik singkong
2.         pemasaran keripik singkong lebih di perluas agar keripik singkong lebih terkenal di dalam masyarakat.


DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Kencur
http://definisi-pengertian.blogspot.com/2010/12/pengertian-singkong.html
http://www.anneahira.com/khasiat-daun-singkong.htm


LAMPIRAN I
Nama                                 :   Sugiyanto
NIM                                  :   A 310040088
Tempat, Tanggal Lahir        :   Boyolali, 15 Desember 1984
Jenis Kelamin                     :   Laki-laki
Motto                                 :   Man Jadha wa jadha (Barang siapa yang berusaha pasti sukses)

A.     Riwayat Pendidikan
No
Tempat Pendidikan
Kota
Tahun Lulus
1
SD N
Pulutan 3
1998
2
MTs Muhammadiyah
Kalijambe, Sragen
2001
3
SMU Muhammadiyah 2
Gemolong
2004
4
UMS
Solo
2004

B.     Riwayat Pengalaman Kerja
No
Organisasi
1
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kom. FKIP
2
Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PBSID UMS
3
Ketua Badan Komunikasi Remaja Indonesia Ranting Kelurahan

Ketua Keislaman (BKPPRMI) Ranting Kecamatan



C.   Pertemuan Ilmiah Yang Diikuti
No
Judul
Tahun
Peringkat
Keterangan
1
Perbandingan pola hidup keluarga raja, konglomerat, dan guru.
2008
I dibidang IPS
KKTM
Kopertis Jateng
2
Perbandingan pola hidup keluarga raja, konglomerat, dan guru.
2008
I di bidang IPS
KKTM
UMS
3
Pelatihan karya tulis ilmiah oleh IMM Kom. FKIP UMS



4
Pelatihan karya tulis ilmiah oleh HMJ PBSID UMS



5
Seminar regional IMM KOM FKIP



6
Orasi ilmiah sosiolingsutik Prof. Dr. Adul Ngalim
2005


7
Seminar perguruan guru bersar Prof. Dr. Markhamah, H. HUM



8
Identifikasi industri pariwisata dan pengebangannya lewat Media Leaflet
2006
I tingkat Universitas
LKTM
9
Identifikasi industri pariwisata dan pembangungan  lewat Media Leaflet
2006
I tingkat kopertis
LKTM
10
Identifikasi industri pariwisata dan pembangungan  lewat Media Leaflet

Harapan 3 Wilayah B
LKTM
11
KKM tingkat wilayah  D (Pontianak)



12
Pembicara  STIKES dengan tema (Teknik Penelitian)








LAMPIRAN II

Nama                                 : Duwi Istuning
NIS                                    :
Alamat                               : Gandu, Karanggatak, Klego, Boyolali
Tempat, Tanggal Lahir        : Boyolali, 17 Januari 1994
Riwayat Pendidikan            : TK Perwanida
                                            MI Islamiah
                                            SMP N 1 Klego
                                            SMA Muhammadiyah 04 Andong
Motto                                 : Kamu bisa meraih cita jika engkau mau berusaha dengan kerja keras dan kesungguhan



LAMPIRAN III

Nama                                 : Putri Dewi Lestari
NIS                                    :
Alamat                               : Brangkal, Kacangan, Andong, Boyolali
Tempat, Tanggal Lahir        : Boyolali, 10 Oktober 1994
Riwayat Pendidikan            : TK Perwanida
                                             MI Muhammadiyah Brangkal
                                            MTs N Andong
                                            SMA Muhammadiyah 04 Andong
Motto                                 : Bersabar dan bersungguh-sungguhlah dalam menuntut ilmu, karena dengan kesungguhan dan kesabaran kita akan mendapatkan apa yang kita Ingingkan.




LAMPIRAN IV

Nama                                 : Siti Surani
NIS                                    :
Alamat                               : Gandu, Karanggatak, Klego, Boyolali
Tempat, Tanggal Lahir        : Boyolali, 24 Juni 1994
Riwayat Pendidikan            : TK Perwanida
                                             SD N 1 Gondanglegi
                                           SMP Muhammadiyah 06 Klego
                                            SMA Muhammadiyah 04 Andong
Motto                                 : Carilah ilmu dari ayunan sampai tiang lahat.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar