Angels Blog

Welcome To Uwie Blog....

Minggu, 27 Maret 2011

Karya Ilmiah Identifikasi Pembuatan Tempe


IDENTIFIKASI TEKNIK PEMBUATAN TEMPE

DI JATI SARI



 

 

 

 

 

 

 



Penelitian Ini Diajukan Guna Melengkapi Tugas Bahasa Indonesia Dan Memenuhi Syarat Untuk Mendapat Nilai Semester Pelajaran Bahasa Indonesia SMA Muhammadiyah 04 Andong “Jurusan IPS”



Disusun oleh :

1.      Irwin Setia Jayanti          06

2.      Lestari                               07

3.      Ninik Supraptini              14

4.      Siti Munadziroh              20


SMA MUHAMMADIYAH 04 ANDONG

2011


PENGESAHAN

“IDENTIFIKASI TEKNIK PEMBUATAN TEMPE DI JATI SARI”

Disusun oleh :

1.      Irwin Setia Jayanti       06

2.      Lestari                          07

3.      Ninik Supraptini           14

4.      Siti Munadziroh           20


Penelitian ini telah disetujui dan disyahkan oleh pembina pada hari ................... tanggal  ...........................  Januari 2011.

Pembimbing I

Sugiyanto, S.Pd
Pembimbing II

Sariman, S.Pd
Humas

Windarto
Kesiswaan

Untung H. S.Pd
Kepala Sekolah


Sumaryono, M. Pd

ABSTRAK

 

Tempe merupakan hasil fermentasi antara kedelai dengan jamur Rhizopus Oligosporus. sepotong tempe mengandung berbagai unsur bermanfaat, seperti karbohidrat, lemak, protein, serat, vitamin, enzim, daidzein, genisten, serta komponen antibakteri bermanfaat untuk kesehatan.  Rasanya yang lezat, harganya murah dan mudah didapat.

Tempe sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia), sehingga bisa disebut sebagai makanan semua umur. Tempe makanan yang sering dijumpai di rumah maupun di warung-warung, sebagai pelengkap hidangan ternyata memiliki kandungan dan nilai cerna yang lebih baik dibandingkan dengan kedelai.

 


KATA PENGANTAR

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb

 

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang mana telah melimpah rahmat serta hidayahnya kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas penelitian identifikasi industri tempe di daerah Jatisari Andong Boyolali. Selain itu penulis juga dapat menyelesaikan penulisan laporan hasil penelitian ini.

Dalam melaksanakan kegiatan penelitian ini penulis mengalami banyak hambatan, hamun karena adanya bantuan, bimbingan dan pengarahan dari berbagai pihak akhirnya penelitian ini dapat diselesaikan.

Pada kesempatan ini  penulis ingin menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah dengan tulus membantu pelaksanaan kegiatan penelitian dan penyusunan laporan ini. Ucapan terimakasih tersebut penulis sebutkan kepada :


1.      Bapak Sumaryono, S. Ag selaku kepala sekolah SMA Muhammadiyah 04 Andong.

2.      Bapak Suprapto selaku wali kelas Xi-IPS 1 yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian ini.

3.      Bapak Sugianto, S. Pd guru bidang studi Bahasa Indonesia yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan penelitian ini, beserta bimbingan dan pengarahannya.

4.      Semua pihak yang telah membantu pelaksanaan kegiatan penelitian dan penyusunan laporan hasil penelitian ini.

 

Semoga Laporan hasil Penelitian ini  bermanfaat bagi pembaca.

 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

 

 

Andong,                     2011

 

 

Penulis

 


 DAFTAR ISI

 

Halaman Judul............................................................................................          i
Halaman Pengesahan...............................................................................          ii
Kata Pengantar..........................................................................................          iii
Daftar Isi......................................................................................................          vi
BAB I Pendahuluan....................................................................................          1
A.     Latar Belakang Masalah...............................................................          1
B.     Batasan Masalah...........................................................................          3 
C.    Perumusan Masalah......................................................................          3
D.    Tujuan Penelitian............................................................................          4
BAB II Landasan Teori..............................................................................          5
A.     Pengertian Pasar...........................................................................          5
B.     Pengertian Distribusi.....................................................................          7
C.    Pengertian Pemasaran.................................................................          9
BAB III Metode Penelitian.........................................................................          29
A.     Waktu dan Tempat Penelitian......................................................          29
B.     Sumber Data..................................................................................          29
C.    Metode  Pengumpulan Data.........................................................          29
BAB IV Hasil Pengamatan dan Pembahasan........................................          30
A.     Sejarah Tempe ..............................................................................          30
B.     Khasiat Tempe...............................................................................          31
C.    Latar Belakang  .............................................................................          32
D.    Sejarah Perusahaan......................................................................          35
E.     Bahan dan Peralatan  ...................................................................          35
F.     Cara Membuat Tempe..................................................................          41
G.    Sasaran Pemasaran.....................................................................          46
H.     Kandungan Gizi..............................................................................          47
BAB V Kesimpulan dan Saran.................................................................          53
  1. Kesimpulan ....................................................................................          53
  2. Saran ..............................................................................................          53
Daftar pustaka............................................................................................          54
Lampiran.....................................................................................................          55

BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Tempe merupakan makanan tradisional Indonesia yang dikonsumsi oleh hampir semua lapisan masyarakat, dengan konsumsi rata-rata pertahun 5,2 kg/kapita. Tempe mengandung komponen-komponen gizi yang tinggi, seperti protein dan vitamin B12, bahkan tempe diketahui mengandung senyawa antioksidan yang diidentifikasi sebagai isoflavon, yakni daidzein, genistein, glisitein dan faktor-2 (6, 7, 4, trihidroksi isoflavon), serta 3- hydroxyantranilic acid. Senyawa-senyawa ini diyakini mempunyai peranan dalam meredam aktifitas radikal bebas, sehingga bermanfaat bagi pencegahan kangker seperti halnya karotenoid, vitamin E, dan vitamin C (Subagio et. al , 2002).
Tempe pada umumnya mempunyai keterbatasan dalam hal variasi pengolahan yang terbatas serta rasa khas yang terkadang tidak disukai oleh sebagian orang (Subagio et. al , 2002). Oleh karena itu untuk mendapatkan nilai tambah secara ekonomis, peningkatan nilai gizi, dan organoleptik konsumen terhadap produk tempe perlu dilakukan upaya diversifikasi dalam hal pengolahan tempe. Salah satu alternatif diversifikasi pengolahan tempe ini adalah dengan membuat susu tempe fermentasi. Susu tempe fermentasi adalah minuman fermentasi yang dalam proses pembuatannya melibatkan peranan bakteri asam laktat yaitu Streptococcus thermophillus dan Lactobacillus bulgaricus dan telah umum dipakai dalam proses pembuatan yogurt maupun soygurt. Dengan pengolahan susu tempe fermentasi tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada produk tempe berupa nilai gizi serta sebagai salah satu minuman prebiotik.
Bahan pengental menjadi komponen penting dalam pembuatan minuman fermentasi asam laktat. Masalah yang dihadapi dalam pembuatan minuman fermentasi asam laktat adalah adanya penurunan stabilitas selama penyimpanan. Penurunan stabilitas ini disebabkan adanya butiran-butiran halus yang akan terpisah dan mengendap setelah produk disimpan.
Penambahan bahan penstabil yang sesuai dengan produk fermentasi asam laktat yang ber-pH rendah dan proses hormogenisasi dapat dilakukan untuk menghasilkan produk minuman probiotik yang memiliki stabilitas yang baik (Rizal, 2006). Menurut Rahman et. al.(1992), bahan penstabil yang biasanya digunakan untuk minuman fermentasi asam laktat adalah gelatin, carboxymethylcellulosa (CMC), alginat, dan keragenen dengan konsentrasi sekitar 0,5 sampai 0,7 persen.
Bahan pengental juga sering digunakan untuk mendapatkan mutu produk fermentasi asam laktat seperti susu tempe fermentasi. Mutu merupakan gabungan karakteristik atau atribut organoleptik yang memberikan identitas khusus suatu produk yang memiliki kemampuan dalam memenuhi kebutuhan yang ditentukan. Ukuran dari mutu pada produk pangan dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok yaitu sifat fisik, sifat kimia, dan sifat mikrobiologi.
Penelitian ini mengkaji aspek mutu gizi yang meliputi kadar protein dan kadar lemak serta mutu organoleptik untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap warna, aroma, rasa, dan tekstur pada minuman susu tempe fermentasi dengan penambahan jenis bahan pengental.

B.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dirumuskan pertanyaan penelitian, bagaimana mutu gizi dan mutu organoleptik susu tempe fermentasi dengan penambahan bahan pengental.

C.    Tujuan
1.      Tujuan Umum
Mengetahui mutu gizi serta mutu organoleptik susu tempe fermentasi dengan penambahan bahan pengental.




2.      Tujuan Khusus
a.      Menganalisis mutu gizi yang meliputi kadar protein dan lemak susu tempe fermentasi dengan penambahan jenis bahan pengental.
b.      Menilai mutu organoleptik susu tempe fermentasi dengan penambahan jenis bahan pengental.
c.      Mengukur tingkat keasaman atau pH susu tempe fermentasi dengan penambahan jenis bahan pengental.
d.      Membandingkan susu tempe fermentasi dengan penambahan jenis bahan pengental terhadap mutu gizi dan organoleptik.

D.    Manfaat
Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan di bidang teknologi pangan serta memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pembuatan susu tempe fermentasi dengan penambahan bahan pengental serta mutu gizi dan mutu organoleptik susu tempe fermentasi tersebut.


BAB II
LANDASAN TEORI

A.     Pengertian Pasar
Pengertian Pasar atau Definisi Pasar adalah tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli barang dan jasa.
Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan transaksi. Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli.  Syarat terjadinya transaksi adalah ada barang yang diperjual belikan, ada pedagang, ada pembeli, ada kesepakatan harga barang, dan tidak ada paksaan dari pihak manapun.

Jenis-Jenis Pasar
1.      Jenis pasar menurut bentuk kegiatannya.
Menurut dari bentuk kegiatannya pasar dibagi menjadi 2 yaitu pasar nyata ataupun pasar tidak nyata(abstrak).  Maka kita lihat penjabaran berikut ini:
·         Pasar Nyata.
Pasar nyata adalah pasar diman barang-barang yang akan diperjual belikan dan dapat dibeli oleh pembeli. Contoh pasar tradisional dan pasar swalayan.
·         Pasar Abstrak.
Pasar abstrak adalah pasar dimana para pedagangnya tidak menawar barang-barang yang akan dijual dan tidak membeli secara langsung tetapi hanya dengan menggunakan surat dagangannya saja. Contoh pasar online, pasar saham, pasar modal dan pasar valuta asing.
2.      Jenis pasar menurut cara transaksinya
Menurut cara transaksinya, jenis pasar dibedakan menjadi pasar tradisional dan pasar modern.
·         Pasar Tradisional
Pasar tradisional adalah pasar yang bersifat tradisional dimana para penjual dan pembeli dapat mengadakan tawar menawar secar langsung. Barang-barang yang diperjual belikan adalah barang yang berupa barang kebutuhan pokok.
·         Pasar Modern
Pasar modern adalah pasar yang bersifat modern dimana barang-barang diperjual belikan dengan harga pas dan denganm layanan sendiri. Tempat berlangsungnya pasar ini adalah di mal, plaza, dan tempat-tempat modern lainnya.
3.      Jenis – Jenis Pasar menurut jenis barangnya
Beberapa pasar hanya menjual satu jenis barang tertentu , misalnya pasar hewan,pasar sayur,pasar buah,pasar ikan dan daging serta pasar loak.
4.      Jenis – Jenis Pasar menurut keleluasaan distribusi
Menurut keluasaan distribusinya barang yang dijual pasar dapat dibedakan menjadi:
·         Pasar Lokal
·         Pasar Daerah
·         Pasar Nasional dan
·         Pasar Internasional

 

B.    Pengertian Distribusi dan Fungsi Distribusi
Yang dimaksud dengan distribusi adalah kegiatan penyaluran hasil produksi berupa barang dan jasa dari produsen ke konsumen guna memenuhi kebutuhan manusia. Pihak yang melakukan kegiatan distribusi disebut sebagai distributor.
Contoh dari kegiatan distribusi adalah penyaluran hasil panen petani ke kota-kota.

1.      Sistem Distribusi
Sistem distribusi bertujuan agar benda-benda hasil produksi sampai kepada konsumen dengan lancar, tetapi harus memperhatikan kondisi produsen dan sarana yang tersedia dalam masyarakat, dimana sistem distribusi yang baik akan sangat mendukung kegiatan produksi dan konsumsi.
Dalam penyaluran hasil produksi dari produsen ke konsumen, produsen dapat menggunakan beberapa jenis sistem distribusi yang dapat dikelompokkan:
1.      Distribusi langsung, dimana produsen menyalurkan hasil produksinya langsung kepada konsumen.
Contohnya:
·         Penjual nasi goreng keliling
·         Nelayan menjual hasil tangkapannya langsung kepada konsumen
·         Peternak menjual hasil telur dan daging ternaknya langsung kepada konsumen
2.      Distribusi semi langsung, dimana penyaluran barang hasil produksi dari produsen ke konsumen melalui badan perantara (toko) milik produsen itu sendiri.
Contohnya, hasil produksi sepatu dijual kepada konsumen melalui toko-toko milik pabrik sepatu itu sendiri.
3.      Distribusi tidak langsung. Pada sistem ini produsen tidak langsung menjual hasil produksinya, baik berupa benda ataupun jasa kepada pemakai melainkan melalui perantara.
Contohnya, petani menjual hasil pertaniannya kepada Koperasi Unit Desa (KUD) yang membelinya dengan harga dasar sesuai harga pasar agar petani terlindung dari praktek tengkulak.


2.      Fungsi Distribusi
Fungsi distribusi dilakukan oleh badan usaha atau perorangan sejak pengumpulan barang dengan jalan membelinya dari produsen untuk disalurkan ke konsumen, berdasarkan hal tersebut maka fungsi distribusi terbagi atas:
1.      Fungsi pertukaran, dimana kegiatan pemasaran atau jual beli barang atau jasa yang meliputi pembelian, penjualan, dan pengambilan resiko (untuk mengatasi resiko bisa dilakukan dengan menciptakan situasi dan kondisi pergudangan yang baik, mengasuransikan barang dagangan yang akan dan sedang dilakukan).
2.      Fungsi penyediaan fisik, berkaitan dengan menyediakan barang dagangan dalam jumlah yang tepat mencakup masalah pengumpulan, penyimpanan, pemilahan, dan pengangkutan.
3.      Fungsi penunjang, ini merupakan fungsi yang berkaitan dengan upaya memberikan fasilitas kepada fungsi-fungsi lain agar kegiatan distribusi dapat berjalan dengan lancar, fungsi ini meliputi pelayanan, pembelanjaan, penyebaran informasi, dan koordinasi.

C.    Pengertian Pemasaran
Sebagai salah satu bagian dari ilmu manajemen, pemasaran merupakan bagian utama dan memegang peranan penting dalam kegiatan dunia usaha, disamping kegiatan-kegiatan lainnya dalam rangka ilmu manajemen itu sendiri seperti : kegiatan produksi, kegiatan keuangan, dan kegiatan personalia. Sebelum meninjau lebih lanjut pentingnya pemasaran maka perlu kiranya membicarakan mengenai pengertian pemasaran itu sendiri. Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya dalam berbagai versi yang berbeda menurut persepsinya masing-masing. Philip Kotler (1994:4) mengusulkan suatu defenisi pemasaran yang berakar pada watak manusia. Menurut Philip Kotler (1994:4) pemasaran titik tolaknya pada keinginan dan kebutuhan manusia untuk kelangsungan hidupnya. Manusia mampunyai jalinan yang kuat terhadap pandangan tertentu mengenai apa yang termasuk dalam barang dan pelayanan jasa yang pokok.
Lebih lanjut Philip Kotler (1994:4) menyatakan sebagai berikut :
”Pemasaran adalah satu proses sosial dan manajerial dengan mana seorang atau kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai”. Jadi perhatian utama pihak produsen (pengusaha) dalam melaksanakan kegiatan adalah konsumen yang menyangkut kebutuhan, keinginan, dan kehendaknya.
Menurut Assauri, (1992:15) Pemasaran juga mempunyai peranan penting dalam masyarakat karena pemasaran menyangkut masalah mengalirnya produk dari produsen ke konsumen, maka pemasaran menciptakan lapangan kerja yang penting bagi masyarakat.
Lebih lanjut Winardi (1985:5) menyatakan pendapatnya sebagai berikut: ”Pemasaran terdiri dari tindakan-tindakan yang menyebabkan berpindahnya hak milik atas benda-benda, jasa-jasa, dan menimbulkan distribusi fisik mereka”. Secara implisit apa yang dikemukakan Winardi (1985:5) di atas menunjukan bahwa pemasaran merupakan segala tindakan yang dapat menyebabkan terjadinya perpindahan hak milik atas barang dan jasa serta mengakibatkan distribusi fisik mereka.Demikian pula segala aktivitas yang dijalankan oleh individu atau kelompok (organisasi) dengan mengerahkan dan memperlancar arus barang dan jasa pada pihak pemakai (user), juga termasuk dalam kerangka kegiatan pemasaran.
Pemasaran tidak terlepas dari masaalah pasar, konsep pasar inilah yang membawa kita pada pengertian pemasaran atau marketing. Marketing berarti kegiatan manusia yang terjadi sehubungan dengan pasar. Sarana pemasaran bekerjasama dengan pasar untuk menciptakan pertukaran dengan maksud agar memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia, maka dari itu kita kembali kepada rumusan tentang marketing sebagai kebutuhan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.
Orang-orang yang terlibat dalam proses pertukaran mempelajari bagaimana melaksanakannya dengan baik dalam periode waktu tertentu.
Khususnya penjual mempelajari bagaimana menjadi lebih profesional dalam hal manajemen pemasaran mereka. Kotler (1993:11) mengemukakan bahwa : ” Manajemen marketing merupakan analisis, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan program-program yang dirancang untuk menciptakan, membuat, dan menangani pertukaran yang menguntungkan dengan para pembeli sasaran dengan maksud agar meraih tujuan perusahaan, seperti keuntungan, laju penjualan, bagian pasar dan sebagainya”.
Berkaitan dengan manajemen tersebut di atas, oleh para manajer pemasaran perlu melakukan berbagai model pemasaran atau penjualan secara konsinyasi. Untuk dapat melakuan pemasaran atau penjualan secara konsinyasi diperlukan kemampuan agen (komisioner) dalam penguasaan mamajemen pemasaran agar dalam pemasaran barang-barang konsinyasi yang ada dalam perusahaanya dapat memberikan kontribusi berupa keuntungan yang besar bagi perusahaan.
Pemasaran barang-barang konsinyasi tidak terlepas dari strategi pemasaran yakni menyangkut masalah segmentasi pasar, pasar sasaran penempatan produk. Menurut Irawan (1996:65) mengemukakan bahwa segmentasi pasar adalah tindakan untuk mengelompokan tanggapan yang sama dari konsumen terhadap program pemasaran perusahaan. Sementara penetapan pasar sasaran menurut Kotler yang dikutip Irawan (1996:65) mengemukakan bahwa menetapkan pasar sasaran adalah tindakan mengevaluasi dan menseleksi satu atau lebih segmen pasar yang hendak dimasuki.
Selanjutnya penempatan produk menurut Irawan (1996:65) adalah upaya untuk menempatkan produk dibenak konsumen. Pembeli akan membeli produk yang menawarkan nilai hantaran tertinggi. Ada dua faktor yang mempengaruhi nilai hantaran. Pertama, jumlah nilai pelanggan yang mengandung unsur-unsur yaitu nilai produk, nilai pelayanan, personil dan citra. Kedua jumlah harga, biaya waktu biaya energi dan biaya fisik.
Sejalan dengan pendapat Assauri (1992:15), bahwa keberhasilan produk dalam usaha perusahaan hanya mungkin, apabila yang dihasilkan adalah produk yang terbaik dan konsumen ingin menggunakannya dan mendapatkannya dari perusahaan.
Selanjutnya Assauri, (1992:15) mengatakan bahwa untuk membantu kelancaran arus kegiatan transaksi dan arus barang maka dibutuhkan pelayanan dari perseorangan atau organisasi.
Penjualan secara konsinyasi juga sangat erat kaitannya dengan distribusi suatu produk. Suatu komoditi dikatakan sebagai produk apabila ia berada ditempat pada saat dibutuhkan oleh konsumen. Untuk itu perusahaan melakukan fungsi distribusi agar produk menjadi wujud yang sebenarnya. Kebanyakan produsen bekerja sama dengan perantara pemasaran untuk menyalurkan produk-produk mereka ke pasar.
Mereka membentuk saluran pemasaran (yang sering pula disebut saluran distribusi). Menurut Kotler yang dikutip Faried Wijaya (1996:135) saluran distribusi adalah himpunan perusahaan dan perorangan yang mengambil alih hak atau membantu dalam pengalihan hak atas barang atau jasa selama berpindah dari produsen ke konsumen.

1.      Pengertian Pemasaran
Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi. Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi.
Banyak ahli yang telah memberikan definisi atas pemasaran ini. Definisi yang diberikan sering berbeda antara ahli yang satu dengan ahli yang lain. Perbedaan ini disebabkan karena adanya perbedaan para ahli tersebut dalam memandang dan meninjau pemasaran. Dalam kegiatan pemasaran ini, aktivitas pertukaran merupakan hal sentral. Pertukaran merupakan kegiatan pemasaran dimana seseorang berusaha menawarkan sejumlah barang atau jasa dengan sejumlah nilai keberbagai macam kelompok social untuk memenuhi kebutuhannya. Pemasaran sebagai kegiatan manusia diarahkan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran. Definisi yangpaling sesuai dengan tujuan tersebut adalah :
Pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan prosuk yang bernilai kepada pihak lain (Kotler, 1997).
Definisi pemasaran ini bersandar pada konsep inti yang meliputi kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands).
Manusia harus menemukan kebutuhannya terlebih dahulu, sebelum ia memenuhinya. Usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat dilakukan dengan cara mengadakan suatu hubungan. Dengan demikian pemasaran bia juga diartikan suatu usaha untuk memuaskan kebutuhan pembeli dan penjual (Swasta, 1996).



2.      Manajemen Pemasaran
a)     Definisi Segmentasi Pasar
Swastha & Handoko (1997) mengartikan segmentasi pasar sebagai kegiatan membagi–bagi pasar/market yang bersifat heterogen kedalam satuan–satuan pasar yang bersifat homogen.
b)     Sedangkan definisi yang diberikan oleh Pride & Ferrel (1995)
mengatakan bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen-segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan adanya kesamaan perilaku pembeli.
c)     Di lain pihak Pride & Ferrel (1995) mendefinisikan segmentasi pasar
sebagai suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar yang terdiri dari orang–orang yang secara relatif memiliki kebutuhan produk yang serupa.
Ada lagi pendapat Swastha & Handoko (1987) yang merumuskan segmentasi pasar adalah suatu tindakan membagi pasar menjadi segmen–segmen pasar tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing mix.
d)     Menurut Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.254) pasar
Terdiri dari pembeli dan pembeli berbeda-beda dalam berbagai hal yang bisa membeli dalam keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena masing-masing memiliki kebutuhan dan keinginan yang unik, masing-masing pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing-masing pembeli. Segmentasi yang lengkap membutuhkan biaya yang tinggi, dan kebanyakan pelanggan tidak dapat membeli produk yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas-kelas pembeli yang lebih besar dengan kebutuhan produk atau tanggapan membeli yang berbeda-beda. Segmen pasar terdiri dari kelompok pelanggan yang memiliki seperangkat keinginan yang sama (Kotler, 2005, p.307.
e)     Manfaat dan Kelemahan Segmentasi
Banyaknya perusahaan yang melakukan segmentasi pasar atas dasar pengelompokkan variabel tertentu. Dengan menggolongkan atau mensegmentasikan pasar seperti itu, dapat dikatakan bahwa secara umum perusahaan mempunyai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan tingkat penjualan dan yang lebih penting lagi agar operasi perusahaan dalam jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991).
Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:
1.      Perusahaan akan dapat mendeteksi secara dini dan tepat mengenai kecenderungan-kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.
2.      Dapat mendesign produk yang benar-benar sesuai dengan permintaan pasar.
3.      Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.
4.      Dapat mengarahkan dana promosi yang tersedia melalui media yang tepat bagi segmen yang diperkirakan akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar.
5.      Dapat digunakan untuk mengukur usaha promosi sesuai dengan masa atau periode-periode dimana reaksi pasar cukup besar.

Gitosudarmo (2000) menambahkan manfaat segmentasi pasar ini, sebagai berikut:
1)     Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.
2)     Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing-masing segmen.
3)     Dapat digunakan untuk mencari segmen mana yang potensinya paling besar.
4)     Dapat digunakan untuk memilih segmen mana yang akan dijadikan pasar sasaran.
Sekalipun tindakan segmentasi memiliki sederetan keuntungan dan manfaat, namun juga mengandung sejumlah resiko yang sekaligus merupakan kelemahan-kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:
1.      Biaya produksi akan lebih tinggi, karena jangka waktu proses produksi lebih pendek.
2.      Biaya penelitian/ riset pasar akan bertambah searah dengan banyaknya ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.
3.      Biaya promosi akan menjadi lebih tinggi, ketika sejumlah media tidak menyediakan diskon.
4.      Kemungkinan akan menghadapi pesaing yang membidik segmen serupa.
Bahkan mungkin akan terjadi persaingan yang tidak sehat, misalnya kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.

3.      Macam Macam Pasar ekonomi – Presentation Transcript
a.      Pasar Ekonomi
a.       Pengertian
Pasar, dalam ilmu ekonomi, adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli, tidak selalu memerlukan lokasi fisik,dan bisa merujuk kepada suatu negara tempat suatu barang dijual dan dipasarkan.
b.      Berdasarkan Wujudnya
Pasar Konkret (nyata) adalah pasar yang tempat terjadinya secara langsung (tatap muka) antar pembeli dan penjual
Pasar Abstrak (tidak nyata) adalah pasar yang menunjukkan hubungan antara penjual dan penjual secara langsung maupun tidak langsung
c.       Berdasarkan Hubungan Dengan Proses Produksi
Pasar output (pasar produk) adalah pasar yang menjual-belikan barang hasil produksi
Pasar input (pasar faktor produksi) adalah interaksi antara permintaan dan penawaran terhadap barang dan jasa sebagai masukan pada proses produksi
d.      Macam – macam pasar
Pasar dapat dikelompokkan menjadi 4 jenis :
Pasar Barang
Pasar Tenaga Kerja
Pasar Uang dan Pasar Modal
Pasar Luar Negeri

b.     Macam-Macam Pasar
1)     Pasar Barang
Pasar barang adalah pasar yang menjual produk dalam bentuk barang. Dibagi menjadi dua:
Pasar Barang nyata atau riil
Pasar barang nyata adalah pasar yang menjual produk dalam bentuk barang yang bentuk dan fisiknya jelas.
Pasar Barang Abstrak
Pasar barang abstrak adalah pasar yang menjual produk yang tidak terlihat atau tidak riil secara fisik.
2)      Pasar Jasa / Tenaga
Pasar jasa adalah pasar yang menjual produknya dalam bentuk penawaran jasa atas suatu kemampuan.
Contoh pasar jasa seperti pasar tenaga kerja, Rumah Sakit yang menjual jasa kesehatan
3)     Pasar Uang dan Modal
Pasar Uang
Pasar Uang adalah pasar yang memperjual belikan mata uang negara-negara yang berlaku di dunia. Disebut juga sebagai pasar valuta asing / valas / Foreign Exchange / Forex. Contoh adalah transaksi forex di BEJ, BES, agen forex, di internet,dll.
Pasar Modal
Pasar Modal adalah pasar yang memperdagangkan surat-surat berharga sebagai bukti kepemilikan suatu perusahaan bisnis atau kepemilikan modal untuk di investasikan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Contohnya seperti saham, reksadana, obligasi perusahaan swasta dan pemerintah, dan lain sebagainya
4)     Pasar Luar Negeri
Pasar luar negeri menggambarkan hubungan antara permintaan dalam negeri akan produk  impor  dan penawaran keluar negeri berupa produk ekspor.

4.      Jenis Pasar menurut karakteristik demand yang dihadapi perusahaan
a.      Pasar Persaingan Sempurna
1)     Karakteristik Pasar :
o       Barang yang diproduksi homogen
o       Produsen dan Konsumen memiliki informasi yang sempurna
o       Produk yang dihasilkan seorang produsen relative kecil disbanding dengan barang di pasar (industri)
o       Produsen tidak dapat mempengaruhi harga
o       Produsen dan konsumen bebas keluar masuk pasar
o       Tidak ada campur tangan pemerintah
2)     Kelebihan dan Kelemahan
Kelebihan
o        Harga jual produk yang termurah
o        Rasio output per penduduk maksimal
o        Masyarakat merasa nyaman (tidak perlu memilih barang)
Kelemahan
o        Asumsi mustahil terwujud
o        Lama dalam pengembangan teknologi karena lama normal
o        Konflik efisiensi – keadilan
b.      Pasar Monopoli
Pasar monopoli terjadi jika hanya ada 1 penjual di pasar tanpa ada pesaing langsung, tidak langsung, baik nyata maupun potensial.
Factor penyebab terbentuknya monopoli :
1)     Karakteristik Pasar Monopoli
o       Adanya hambatan teknis (cpecial knowledges, tingginya tingkat efisiensi, control sumber fdaktor produksi)
o       Hambatan legalitas (Undang-undang dan hak khusus, hak patent, dan hak cipta)
2)     Aspek Negatif dari monopoli
o       Berkurangnya kesejahteraan konsumen
o       Memburuknya kondisi makro ekonomi nasional
o       Memburuknya kondisi perekonomian internasional
o       Aspek Positif dari monopoli
o       Efisiensi dan pertumbuhan ekonomi karena laba maksimal
o       Efisiensi pengadaan barang public karena skala usaha yang besar
o       Peningkatan kesejahteran masyarakat dalam diskriminasi harga
3)     Diskriminasi Harga :
Kebijakan diskriminasi harga adalah menjual produk yang sama dengan harga yang berbeda pada pasar yang berbeda dengan tujuan menambah laba melalui eksploitsi surplus konsumen.
Syarat Diskriminasi Harga :
§         Perusahaan memiliki daya monopoli
§         Pasar dapat dibagi menjadi dua atau lebih
§         Pembagian pasar harus efektif
§         MR di tiap pasar adalah sama agar menghasilkan laba maksimum
c.       Pasar Persaingan Monopolistik
1)     Karakteristik :
o       Terdapat banyak penjual atau produsen
o       Adanya Diferensiasi Produk.
o       Produsen Dapat mempengaruhi harga
o       Produsen Dapat keluar masuk pasar
o       Promosi penjualan harus aktif
2)     Kebaikan dan Kelemahan
Kebaikan pasar monopolistik dan Kelemahan Pasar monopolistik :
o       Banyaknya produsen memberikan keuntungan bagi konsumen untuk dapat memilih produk yang terbaik.
o       Kebebasan keluar masuk bagi produsen, mendorong produsen untuk selalu melakukan inovasi.
o       Diferensiasi produk mendorong konsumen selektif dalam menentukan produk yang akan dibelinya, dan dapat membuat konsumen loyal terhadap produk yang dipilihnya.
o       Pasar relatif mudah dijumpai oleh konsumen
o       Pasar monopolistik memiliki tingkat persaingan yang tinggi.
o       Sehingga produsen yang tidak memiliki modal dan pengalaman yang cukup akan cepat keluar dari pasar.
o       Dibutuhkan modal yang cukup besar untuk masuk ke dalam pasar monopolistik, karena pemain pasar di dalamnya memiliki skala ekonomis yang cukup tinggi.
o       Pasar ini mendorong produsen untuk selalu berinovasi, sehingga akan meningkatkan biaya produksi yang akan berimbas pada harga produk.
d.      Pasar Oligopli
1)     Pengertian
Pasar Oligopoli adalah suatu bentuk pasar yang terdapat beberapa penjual dimana salah satu atau beberapa penjual bertindak sebagai pemilik pasar terbesar (price leader). Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.
Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.
Di Indonesia pasar oligopoli dapat dengan mudah kita jumpai, misalnya pada pasar semen, pasar layanan operator selular, pasar otomotif serta pasar yang bergerak dalam industri berat.
2)     Ciri-ciri Pasar Oligopoli
o       Terdapat beberapa penjual
o       Barang yang dijual homogen atau beda corak
o       Sulit dimasuki perusahaan baru
o       Membutuhkan peran iklan
o       Terdapat satu market leader (pemimpin pasar)
o       Harga jual tidak mudah berubah
3)     Macam-macam Pasar Oligopoli
o       Oligopoli murni : menjual barang yang homogen. Biasanya banyak dijumpai dalam industri yang menghasilkan bahan mentah.
Contoh : pasar semen, produsen bensin
o       Oligopoli diferensial : menjual barang berbeda corak. Barang seperti itu umumnya adalah barang akhir.
Contoh : pasar mobil, pasar sepeda motor
4)     Kebaikan Pasar Oligopoli
o       Memberi kebebasan memilih bagi pembeli.
o       Mampu melakukan penelitian dan pengembangan produk.
o       Lebih memperhatikan kepuasan konsumen  karena adanya persaingan penjual.
o       Adanya penerapan teknologi baru.
5)     Keburukan Pasar Oligopoli
o       Menciptakan ketimpangan distribusi pendapatan
o       Harga yang stabil dan terlalu tinggi bisa mendorong
timbulnya inflasi
o       Bisa timbul pemborosan biaya produksi apabila ada
kerjasama antar oligopolis karena semangat
bersaing kurang
o       Bisa timbul eksploitasi terhadap pembeli dan pemilik
faktor produksi
o       Sulit ditembus/dimasuki perusahaan baru
o       Bisa berkembang ke arah monopoli
6)     Karakteristik Pasar Oligopoli
Bentuk pasar oligopoli dikarakterisasikan berdasarkan :
o       Sejumlah besar perusahaan-perusahaan dominan, dengan beberapa yang kecil lainnya.
o       Suatu produk yang distandarisasikan maupun dibedakan, kekuatan dari perusahaan-perusahaan dominan terhadap harga, namun ketakutan akan pembalasan,
o       Hambatan-hambatan secara teknologi dan ekonomi untuk menjadi suatu perusahaan yang dominan,
o       Penggunaan persaingan non harga yang ekstensif akibat
ketakutan akan perang harga.

BAB III
M ETODE PENELITIAN

A.     Waktu dan Tempat
No
Waktu
Tanggal
Tempat
1
13.30-selesai
31 Januari 2011
Pabrik Tempe Jatisari
2
10.00-selesai
20 Februari 2011
Internet Singoprono
3
17.00-selesai
28 Februari 2011
Internet Singoprono
4
11.00-selesai
18 Maret 2011
Internet Singoprono

B.    Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini dilakukan dengan cara :
1.      Praktek langsung
2.      Dengan mencari bahan-bahan yang berkaitan dengan objek dalam program situs internet

C.    Cara Kerja
1.      Kami melakukan wawancara dengan pegawai pabrik tempe di daerah Jatisari, Andong, Boyolali
2.      Kami mencari bahan tambahan dari program situs internet
3.      Kami mengumpulkan semua data dan meralatnya.


BAB III
PEMBAHASAN

A.     Sejarah Tempe
Apakah kamu menyukai tempe? Pasti banyak dari kalian yang menganggap remeh khasiat dan manfaat yang terkandung dalam sebuah tempe. Dan tempe pernah dianggap remeh dan tidak bernilai, sampai-sampai Bung Karno menyatakan, “Jangan kita mau disebut bangsa tempe.” Tak tahunya, tempe justru lebih hebat dibanding makanan lain dari negara-negara luar. Tempe kaya gizi dan punya beragam manfaat bagi kesehatan.
Namun tidak demikian dengan William Shurtleff, penulis buku The Book of Tempeh. Ia menyebut tempe sebagai "A Super Soyfood from Indonesia". Hal ini dikarenakan tempe mempunyai manfaat tak tertandingi bagi kesehatan. 
Penelusuran asal-usul tempe cukup sulit karena menghadapi beberapa kendala, diantaranya karena faktor tulisan dan bahasa. Tulisan Jawa Kuno sudah hampir punah dan bahasa Jawa Kuno nyaris berubah menjadi bahasa Jawa Baru.
Tempe mungkin berasal dari pulau jawa beberapa abad yang lalu. Pada waktu itu orang Jawa, tanpa pendidikan baik dalam bidang mikrobiologi atau kimia, mengembangkan sebuah makanan fermentasi yang luar biasa di sebut tempeh. Sekarang ini kemungkinan besar Tempeh di kenal sebagai daging analog, karena tempeh mempunyai tekstur yang sama, rasa, dan kandungan protein tinggi seperti berbagai makanan daging.
Apa itu Tempe ?
Tempe adalah makanan hasil fermentasi antara kedelai dengan jamur Rhizopus Oligosporus. Sepotong tempe mengandung berbagai unsur bermanfaat, seperti karbohidrat, lemak, protein, serat, vitamin, enzim, daidzein, genisten, serta komponen antibakteri bermanfaat untuk kesehatan. Rasanya yang lezat, harganya murah dan mudah didapat.
Tempe sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia) oleh karena itu tempe adalah makanan untuk semua umur. Tempe sering dijumpai di rumah maupun di warung-warung, sebagai lauk dan pelengkap hidangan ternyata tempe memiliki kandungan dan nilai cerna yang lebih baik dibandingkan dengan kedelai.

B.    Khasiat dan Manfaat Tempe :
1.      Protein yang terdapat dalam tempe sangat tinggi, mudah dicerna sehingga baik untuk mengatasi diare.
2.      Mengandung zat besi, flafoid yang bersifat antioksidan sehingga menurunkan tekanan darah.
3.      Mengandung superoksida desmutase yang dapat mengendalikan radikal bebas, baik bagi penderita jantung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar