Angels Blog

Welcome To Uwie Blog....

Senin, 04 April 2011

Tugas Sejarah


1.      Apa yang kamu ketahui tentang ….
a.      Proto Melayu
Melayu Proto, dalam bahasa Inggris Proto-Malay, adalah nama yang pernah diberi kepada "gelombang" pertama dari dua "gelombang" migrasi yang dulu diperkirakan terjadi dalam pendudukan Nusantara oleh penutur bahasa Austronesia. Menurut teori "dua gelombang" ini, dalam Proto Melayu di Indonesia dimasukkan : Toraja (Sulawesi Selatan), Sasak (Lombok), Dayak (Kalimantan Tengah), Batak (Sumatera Utara), Nias (pantai barat Sumatera Utara), Rejang, dll.
Wawasan ini tidak lagi dianggap. Para arkeolog yang terpercaya sudah menyimpulkan bahwa tidak ada dasar arkeologis yang berarti yang menunjukkan adanya perbedaan antara Proto- dan Deutero-Malay.[1]
Di Malaysia, istilah "Melayu Proto" masih dipakai untuk menunjuk suku yang juga disebut Melayu Asli.

b.      Deutero Melayu
Melayu Deutero atau Melayu Muda adalah sebutan untuk suku Melayu yang datang pada gelombang kedua setelah Melayu Proto. Asal kedatangan bangsa ini sama dengan bangsa Melayu Tua dan berasal dari ras yang sama yaitu Malayan Mongoloid sehingga tidak memiliki perbedaan fisik yang berarti.
Bangsa melayu muda diperkirakan datang pada Zaman Logam (kurang lebih 1500 SM). Suku bangsaIndonesia yang termasuk melayu muda adalah Aceh, Minangkabau, Jawa, Bali, Makassar, Bugis, Manado, dll. di

c.       Ras Austronesoid / Melanesoide
Ras Australoid adalah nama ras manusia yang mendiami bagian selatan India, Sri Lanka, beberapa kelompok di Asia Tenggara, Papua, kepulauan Melanesia dan Australia.
Untuk kelompok di Asia Tenggara, orang Asli di Malaysia dan orang Negrito di Filipina termasuk ras ini. Sebelum Ras Mongoloid tiba di Nusantara, Ras Australoid merupakan ras dominan yang tersebar diseluruh pulau, samapi terdesak ke bagian timur Nusantara.
Ciri khas utama ras ini ialah bahwa mereka berambut keriting hitam dan berkulit hitam. Namun beberapa anggota ras ini di Australia berambut pirang dan rambutnya tidaklah keriting melainkan lurus. Selain itu beberapa orang Asli di Malaysia kulitnya juga tidak selalu hitam dan bahkan menjurus putih.

d.      Ras Wedoid
Gelombang perpindahan penduduk yang kedua yang datang ke Indonesia adalah Ras Wedoid dengan ciri-ciri sebagai berikut : kulit hitam, tubuhnya sedang, rambut keriting.
Ras ini datang dari India bagian selatan dan sekarang mendiami Kepulauan Maluku, Timor-Timur, Nusa Tenggara Timur (Kupang). Kalau orang-orang Maluku, Timor Timur dan Kupang ditempatkan di daerah India Selatan, Bangladesh atau di Sri Langka maka mereka
akan menjadi warga Bangladesh atau warga Sri Langka.

e.      Ras Mongoloid
Ras Mongoloid adalah ras manusia yang sebagian besar menetap di Asia Utara, Asia Timur, Asia Tenggara, Madagaskar di lepas pantai timur Afrika, beberapa bagian India Timur Laut, Eropa Utara, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Oseania.
Anggota ras Mongoloid biasa disebut "berkulit kuning", namun ini tidak selalu benar. Misalkan orang Indian di Amerika dianggap berkulit merah dan orang Asia Tenggara seringkali berkulit coklat muda sampai coklat gelap.
Ciri khas utama anggota ras ini ialah rambut berwarna hitam yang lurus, bercak mongol pada saat lahir dan lipatan pada mata yang seringkali disebut mata sipit. Selain itu anggota ras manusia ini seringkali juga lebih kecil dan pendek daripada ras Kaukasoid.

f.        Ras Melayu
Suku Melayu merupakan etnis yang termasuk ke dalam rumpun ras Austronesia. Suku Melayu dalam pengertian ini, berbeda dengan konsep Bangsa Melayu yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Suku Melayu bermukim di sebagian besar Malaysia, pesisir timur Sumatera, sekeliling pesisir Kalimantan, Thailand Selatan, Mindanao, Myanmar Selatan, serta pulau-pulau kecil yang terbentang sepanjang Selat Malaka dan Selat Karimata. Di Indonesia, jumlah Suku Melayu sekitar 3,4% dari seluruh populasi, yang sebagian besar mendiami propinsi Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Kalimantan Barat.[6]Sri Lanka, Kepulauan Cocos (Keeling) (Cocos Malays), dan Afrika Selatan (Cape Malays). Suku Melayu juga terdapat di
Pada masyarakat Adat Minangkabau, Melayu juga menjadi nama bagi salah satu suku yang ada pada masyarakat tersebut.

g.      Melanesia / Papua Melanesia / Negrito
Melanesia (dari bahasa Yunani "pulau hitam") adalah sebuah wilayah yang memanjang dari PasifikLaut Arafura, utara dan timur laut Australia. Istilah ini pertama kali digunakan oleh Jules Dumont d'Urville pada 1832 untuk menunjuk ke sebuah etnis dan pengelompokan pulau-pulau yang berbeda dari Polinesia dan Mikronesia. Sekarang ini, klasifikasi rasial d'Urville dianggap tidak tepat sebab dia menutupi keragaman budaya, linguistik, dan genetik Melanesia dan sekarang ini hanya digunakan untuk penamaan geografis saja. barat sampai ke
Negara-negara yang termasuk ke dalam Melanesia yaitu:
·          Fiji
·          Papua Nugini
·          Kepulauan Solomon
·          Vanuatu
Sebagai tambahan, negara Fiji, Papua Nugini, Kepulauan Solomon, Vanuatu, dan Kaledonia BaruPerancis) menggunakan istilah ini untuk menggambarkan diri mereka sendiri karena mencerminkan sejarah kolonial dan situasi regional umum yang serupa. (yang merupakan dependensi

h.      Kaukasoid
Ras Kaukasoid adalah ras manusia yang sebagian besar menetap di Eropa, Afrika Utara, Timur Tengah, Pakistan dan India Utara. Keturunan mereka juga menetap di Australia, Amerika Utara, sebagian dari Amerika Selatan, Afrika Selatan dan Selandia Baru.
Anggota ras Kaukasoid biasa disebut "berkulit putih", namun ini tidak selalu benar. Oleh beberapa pakar misalkan orang Ethiopia dan orang Somalia dianggap termasuk ras Kaukasoid, meski mereka berambut keriting dan berkulit hitam, mirip dengan anggota ras Negroid. Namun mereka tengkoraknya lebih mirip tengkorak anggota ras Kaukasoid.

2.      Jelaskan pendapat para ahli tentang teori perpindahan nen moyang bangsa Indonesia (Min 10 ahli)
a)      Max Muller asal dari bangsa Indonesia adalah daerah Asia Tenggara.
b)      Prof. Dr. H. Kern Bangsa Indonesia berasal dari daerah Campa, Kochin  Cina, Kamboja. Kern juga menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia mempergunakan perahu-perahu bercadik menuju Kepulauan Indonesia. Pendapat Kern didukung adanya persamaan nama dan bahasa.
c)      Willem Smith
Willem Smith membagi bangsa-bangsa di Asia atas dasar bahasa yang digunakannya, yaitu bangsa yang berbahasa Togon, bangsa yang berbahasa Jerman dan bangsa yang berbahasa Austria. BahasaAustria dibagi 2 yaitu bangsa yang berbahasa Asia dan bahasa Austronesia. Bangsa-bangsa yang berbahasa Austronesia mendiami wilayah Indonesia, Melanesia, dan Polinesia.
d)      Hogen
Bangsa yang mendiami daerah pesisir Melayu berasal dari Sumatra.
Bangsa ini bercampur dengan bangsa Mongol yang kemudian  disebut bangsa Proto Melayu dan Deutro Melayu.
Bangsa Proto Melayu (Melayu Tua) menyebar di wilayah sekitar  Indonesia tahun 3000 SM – 1500 SM.
Bangsa Deutro Melayu (Melayu Muda) menyebar di wilayah  Indonesia sekitar tahun 1500 SM – 500 SM.
e)      Drs. Moh. Ali
Bangsa Indonesia berasal dari daerah Yunan. Pendapat Moh Ali dipengaruhi pendapat Kern bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah Mongol dan terdesak oleh bangsa-bangsa yang lebih kuat;mereka menyebar ke arah selatan sampai ke wilayah Indonesia.  Menurut Moh Ali : nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari hulu-hulu sungai-sungai besar di Asia dan kedatangannya di Indonesia secara bergelombang.
Gelombang I 3000 SM – 1500 SM
Gelombang II 1500 SM – 500 SM
Ciri-ciri Gelombang I adalah kebudayaan Neolithikum dengan  jenis perahu bercadik I.
Gelombang II menggunakan perahu bercadik dua.
f)        Prof. Dr. Kroom
Asal-usul bangsa Indonesia dari daerah Cina Tengah, yang terdapat sumber-sumber sungai besar. Mereka menyebar ke wilayah Indonesia sekitar tahun 2000 SM – 1500 SM.
g)      Mayundar
Bangsa-bangsa yang berbahasa Austronesia berasal dari India kemudian menyebar ke Indo-Cina terus ke daerah Indonesia dan Pasifik.
h)      Prof. Moh. Yamin
Asal bangsa Indonesia dari daerah Indonesia sendiri pendapat ini didukung suatu pernyataan tentang Blood Und Breden Unchro yang artinya darah dan tanah bangsa indonesia berasal dari Indonesiasendiri. Fosil dan artefak itu lebih banyak dan lebih lengkap ditemukan di wilayah Indonesia dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya di Asia. Misalnya dengan penemuan manusia purba sejenis Homo soloensis, Homo wajakensis.
i)        Brandes meneliti dengan perbandingan bahasa.
Bangsa yang bermukim di Kepulauan Indonesia memiliki banyak persamaan dengan bangsa-bangsa pada daerah-daerah yang membentang dari sebelah utara Pulau Formosa, sebelah barat daerahMadagaskar, sebelah selatan yaitu tanah Jawa, Bali, sebelah timur sampai ke tepi pantai barat Amerika (terdesak oleh alam).
j)        Van Heine Geldern (sosiolog dan sejarawan Belanda)
Terjadi perpindahan penduduk dari Asia ke pulau-pulau di sebelah selatan Asia atau yang disebut Austronesia (Pulau Selatan). Bangsa yang mendiami pulau itu adalah bangsa Austronesia. Wilayah Austronesia meliputi pulau-pulau yang membentang dari Madagaskar sampai pulau Paskah, TaiwanAda juga bangsa Austronesia yang tinggal di pulau yang terletak antara benua Asia dan Asutralia yaitu di daerah Yunan dan membawa kebudayaan Yunan. Diperkirakan mereka masuk ke Indonesia melalui 2 gelombang yaitu +/- tahun 2000 SM dan 200 SM. Alasan nenek moyang Bangsa Indonesia meninggalkan daerah asalnya masing-masing adalah karena adanya bencana alam dan serangan dari suku bangsa lain. dan Selandia baru. Mereka membawa kebudayaan Neolithikum.

3.      Bagaimana proses kedatangan nenek moyang bangsa Indonesia ?
Proses Kedangan nenek moyang Indonesia
Menurut para ahli, nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunan. Daerah Yunan terletak di daratan Asia Tenggara. Tepatnya, di wilayah Myanmar sekarang. Seorang ahli sejarah yang mengemukakan pendapat ini adalah Moh. Ali.
Pendapat Moh. Ali ini didasarkan pada argumen bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari hulu-hulu sungai besar di Asia dan kedatangannya ke Indonesia dilakukan secara bergelombang. Gelombang pertama berlangsung dari tahun 3000 SM – 1500 SM dengan menggunakan perahu bercadik satu. Sedangkan gelombang kedua berlangsung antara tahun 1500 SM – 500 SM dengan menggunakan perahu bercadik dua.
Tampaknya, pendapat Moh. Ali ini sangat dipengaruhi oleh pendapat Mens bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari daerah Mongol yang terdesak ke selatan oleh bangsa-bangsa yang lebih kuat. Sementara, para ahli yang lain memiliki pendapat yang beragam dengan berbagai argumen atau alasannya, seperti:
1.      Prof. Dr. H. Kern dengan teori imigrasi menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Campa, Kochin, Cina, Kamboja. Pendapat ini didasarkan pada kesamaan bahasa yang dipakai di kepulauan Indonesia, Polinesia, Melanisia, Dan Mikronesia. Menurut hasil penelitiannya, bahasa-bahasa yang digunakan di daerah-daerah tersebut berasal dari satu Akar bahasa yang sama, yaitu bahasa Austronesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya nama dan bahasa yang dipakai daerah-daerah tersebut. Objek penelitian Kern adalah kesamaan bahasa, namanama binatang dan alat-alat perang.]
2.      Van Heine Geldern berpendapat bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari daerah Asia. Pendapat ini didukung oleh artefak-artefak atau peninggalan kebudayaan yang ditemukan di Indonesia memiliki banyak kesamaan dengan peninggalan kebudayaan yang ditemukan di daerah Asia.
3.      Prof. Mohammad Yamin berpendapat bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari daerah Indonesia sendiri. Pendapat ini didasarkan pada penemuan fosil-fosil dan artefakartefak manusia tertua di Indonesia dalam jumlah yang banyak. Di samping itu, Mohammad Yamin berpegang pada prinsip Blood Und Breden Unchro, yang berarti darah dan tanah bangsa Indonesia berasal dari Indonesia sendiri. Manusia purba mungkin telah tinggal di Indonesia, sebelum terjadi gelombang perpindahan bangsa-bangsa dari Yunan dan Campa ke wilayah Indonesia.
4.      Hogen berpendapat bangsa yang mendiami daerah pesisir Melayu berasal dari Sumatera. Banga ini bercampur dengan bangsa Mongol dan kemudian disebut bangsa Proto Melayu dan Deutro Melayu. Bangsa Proto Melayu (Melayu Tua) menyebar ke wilayah Indonesia pada tahun 3000 SM – 1500 SM. Sedangkan bangsa Deutro Melayu (Melayu Muda) menyebar ke wilayah Indonesia pada tahun 1500 SM – 500 SM.
Berdasarkan penyelidikan terhadap penggunaan bahasa yang dipakai di berbagai kepulauan, Kern berkesimpulan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari satu daerah dan menggunakan bahasa yang sama, yaitu bahasa Campa.
Namun, sebelum nenek moyang bangsa Indonesia tiba di daerah kepulauan Indonesai, daerah ini telah ditempati oleh bangsa berkulit hitam dan berambut keriting. Bangsa-bangsa ini hingga sekarang menempat daerahdaerah Indonesia bagian timur dan daerah-daerah Australia. Sementara, sekitar tahun 1500 SM, nenek moyang bangsa Indonesia yang berada di Campa terdesak oleh bangsa lain dari Asia Tengah yang lebih kuat. Mereka berpindah ke Kamboja dan kemudian melanjutkan perjalanannya ke Semenanjung Malaka dan daerah Filipina.
Dari Semenanjung Malaka, mereka melanjutkan perjalanannya ke daerah Sumatera, Kalimantan, dan Jawa. Sedangkan mereka yang berada di Filipina melanjutkan perjalanannya ke daerah Minahasa dan daerah-daerah sekitarnya.
Bertitik tolak dari pendapat-pendapat di atas, terdapat hal-hal yang menarik tentang asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia.

Pertama : Nenek moyang bangsa indonesia berasal dari Yunan dan Champa ,argumen ini merujuk pada pendapat Moh. Ali dan Kern bahwa sekitar tahun 3000 SM – 1500 SM terjadi gelombang perpindahan bangsa-bangsa di Yunan dan Campa sebagai akibat desakan bangsa lain dari Asia Tengah yang lebih kuat. Argumen ini diperkuat dengan adanya persamaan bahasa, nama binatang, dan nama peralatan yang dipakai di kepulauan Indonesia, Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia.

Kedua : Nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Indonesia sendiri. Argumen ini merujuk pada pendapat Mohammad Yamin yang didukung dengan penemuan fosil-fosil dan artefak-artefak manusia tertua di wilayah Indonesia dalam jumlah yang banyak. Sementara, fosil dan artefak manusia tertua jarang ditemukan di daratan Asia. Sinanthropus Pekinensis yang ditemukan di Cina dan diperkirakan sezaman dengan Pithecantropus Erectus dari Indonesia, merupakan satu-satunya penemuan fosil manusia tertua di daratan Asia.

Ketiga : Masyarakat awal yang menempati wilayah Indonesia termasuk rumpun bangsa Melayu. Oleh karena itu, bangsa Melayu ditempatkan sebagai nenek moyang bangsa Indonesia. Argumen ini merujuk pada pendapat Hogen. Bangsa Melayu yang menjadi nenek moyang bangsa Indonesia dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu:

Bangsa Proto Melayu
Bangsa ini memasuki wilayah Indonesia melalui 2 (dua) jalan, yaitu:
  • Jalan barat dari Semenanjung Malaka ke Sumatera dan selanjutnya menyebar ke beberapa daerah di Indonesia.
  • Jalan timur dari Semenanjung Malaka ke Filipina dan Minahasa, serta selanjutnya menyebar ke beberapa daerah di Indonesia
Bangsa Proto Melayu memiliki kebudayaan yang setingkat lebih tinggi dari kebudayaan Homo Sapiens di Indonesia. Kebuadayaan mereka adalah kebudayaan batu muda (neolitikum). Hasilhasil kebudayaan mereka masih terbuat dari batu, tetapi telah dikerjakan dengan baik sekali (halus).
Kapak persegi merupakan hasil kebudayaan bangsa Proto Melayu yang masuk ke Indonesia melalui jalan barat dan kapak lonjong melalui jalan timur. Keturunan bangsa Proto Melayu yang masih hidup hingga sekarang, di antaranya adalah suku bangsa Dayak, Toraja, Batak, Papua.

Bangsa Deutro Melayu
Sejak tahun 500 SM, bangsa Deutro Melayu memasuki wilayah Indonesia secara bergelombang melalui jalan barat. Kebudayaan bangsa Deitro Melayu lebih tinggi dari kebudayaan bangsa Proto Melayu. Hasil kebudayaan mereka terbuat dari logam (perunggu dan besi).
Kebuadayaan mereka sering disebut kebudayaan Don Song, yaitu suatu nama kebudayaan di daerah Tonkin yang memiliki kesamaan dengan kebudayaan bangsa Deutro Melayu. Daerah Tonkin diperkirakan merupakan tempat asal bangsa Deutro Melayu, sebelum menyebar ke wilayah Indonesia.
Hasil-hasil kebudayaan perunggu yang penting di Indonesia adalah kapak corong atau kapak sepatu, nekara, dan bejana perunggu. Keturunan bangsa Deutro Melayu yang masih hidup hingga sekarang, di antaranya suku bangsa Melayu, Batak, Minang, Jawa, Bugis.

4.      Jelaskan proses persebaran nenek moyang bangsa Indonesia !
Merujuk pada bidang linguistik, bahasa yang tersebar di Indonesia termasuk rumpun bahasa Melayu Austronesia. Rumpun bahasa ini merupakan rumpun bahasa yang paling me-luas di dunia karena banyak digunakan.
Penggunaan bahasa Melayu Austronesia sangat berkaitan dengan proses persebaran penduduk yang menggunakan bahasa tersebut. Berdasarkan catatan linguistik dan pendapat arkeolog, disebutkan bahwa penggunaan bahasa Austronesia di Indonesia dimulai sekitar 400-2500 tahun yang lalu, yaitu dimulai ketika suatu kelompok masyarakat dari wilayah lain datang dan menetap di Indonesia.
Akar bahasa Austro-nesia kemungkinan berasal dari Pantai Cina Selatan, na-mun sejarah bahasa Austro-nesia sendiri dimulai di Taiwan. Penduduk dari Taiwan inilah yang diasumsi-kan melakukan migrasi ke wilayah Indonesia dan memperkenalkan bahasa tersebut pada penduduk setempat.
1. Kehidupan masyarakat Yunan yang Migrasi ke Indonesia
Dari uraian sebelumnya, telah kita ketahui bahwa manusia – manusia purba di Indonesia, seperti pithecanthropus, hidup dengan berburu dan mengumpulkan makanan ke kehidupan bercocok tanaman merupakan suatu perubahan yang amat besar. Perubahan ini tentu saja tidak mungkin dilakukan sendiri oleh penduduk yang sudah berdian di Indonesia. Alasannya karena mereka sudah sangat terbiasa dengan kehidupan mereka sebelumnya, yaitu berburu dan mengumpulkan makanan. Hal ini berarti perubahan tata cara kehidupan mereka didapat dari adanya pengaruh luar.
Para pakar sejarah menyimpulkan bahwa kebudayaan baru ini, yakni bercocok tanam, dibawa dan diperkenalkan oleh masyarakat pendatang, masyarakat pendatang ini melakukan kehidupan bercocok tanam, seperti yang mereka lakukan didaerah asalnya. Dari masyarakat pendatang ini dengan masyarakat setempat, aktivitas bercocok tanam maupun dikenal secara luas.
2. Proses kedatangan nenek moyang bangsa Indonesia
Nenek moyang bangsa Indonesia telah menetap di daerah daratan Indo – Cina yang sekarang bernama Vietnam selama berabad – abad. Komunitas mereka kita sebut sebagai komunitas ini menggunakan bahasa Austronesia sebagai bahasa komunikasi antar mereka.
Kegiatan ekonomi utama kelompok masyarakat ini adalah bercocok tanam dan beternak. Laju pertumbuhan penduduk yang demikian cepat dan kondisi alam yang tidak menguntungkan, membuat mereka merasa tidak lagi nyaman tinggal di wilayah itu. Timbullah keinginan untuk mencari daerah yang lebih luas. Sejak itu, mereka mencari tahu jalan untuk sampai di wilayah yang diinginkan. Mereka mempelajari berbagai hal tentang arus laut, arah angin, rasi bintang, ketika informasi itu telah mereka dapatkan, kelompok – kelompok migran mulai mengarungi lautan hanya dengan menggunakan perahu cadik.
Kelompok pertama melakukan migrasi menuju ke selatan melalui Filipina, yang akhirnya memasuki wilayah Indonesia dan Oceania. Di wilayah Indonesia, populasi Austronesia ini menempati daerah-daerah dataran rendah di pinggir aliran sungai atau pantai. Mereka mengawali hidup mereka dengan bertani, mencari hasil laut, dan memelihara ternak sebagaimana telah mereka jalani sebelumnya di daerah asalnya. Ada juga yang mulai belajar membuat perahu, rumah dan tembikar.
3. Kedatangan Proto Melayu
Perpindahan bangsa Proto Melayu atau melayu Tua yang pertama diperkirakan pada tahun 2000 SM, yakni pada zaman neolitikum atau zaman batu muda. Orang Proto Melayu telah pandai membuat alat bercocok tanam, membuat barang pecah dan alat perhiasan.
Kedatangan mereka men-desak penduduk ras Austromela-nosoid ke wilayah pedalaman, terutama ke wilayah Indonesia bagian timur. Ras Austromelasoid inilah yang menjadi nenek moyang penduduk Papua.
Proto Melayu memasuki kepulauan Indonesia melalui dua jalur, sesuai dengan jenis kebudayaan yang dibawa.
1. Jalur pertama menyebar ke Sulawesi dan Papua dengan membawa kebudayaan neolithikum berupa kapak lonjok. Oleh karena itu, dibagian timur Indonesia banyak ditemukan alat-alat kebudayaan neolithikum berupa kapak lonjong. Keturunan Proto Melayu yang menempuh jalur ini, antara lain masyarakat Toraja.
2. Jeluar kedua menyebar ke sumatera, kalimantan, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara dengan membawa kebudayaan neolithikum berupa beliung persegi. Keturunan Proto Melayu yang menempuh jalur ini antara lain masyarakat Nias, Batak, Dayak dan Sasak.
4. Kedatangan Deutro Melayu
Sekitar 500 SM, datang lagi gelombang migrasi penduduk dari ras Melayu Austronesia dari Teluk Tonkin ke Kepulauan Indonesia. Mereka biasa disebut Deutro Melayu atau Melayu Muda. Kedatangan mereka tentu saja mendesak penduduk Proto Melayu yang telah lebih dahulu menetap.
Masyarakat Deutro Melayu hidup secara berkelompok dan tinggal menetap di satu tempat. Di wilayah kepulauan Indonesia mereka menyebar di sepanjang pesisir, meskipun ada juga yang ke daerah pedalaman. Keturunan Deutro Melayu adalah masyarakat Jawa, Minang dan Bugis. Masyarakat Deutro Melayu membawa kebudayaan perunggu yang dikenal dengan kebudayaan Dong Son. Dong Son adalah suatu tempat di Teluk Tonkin tempat asal kebudayaan perunggu di Asia Tenggara.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar